• Sabtu, 3 Desember 2022

Kemenangan di GP Aragon 2021 Buka Mata Francesco Bagnaia

- Jumat, 16 September 2022 | 04:35 WIB
Pebalap tim Ducati Francesco Bagnaia melakukan selebrasi setelah memenangi Grand Prix Belanda di Sirkuit Assen pada 26 Juni 2022.(Dok/Reuters/Piroschka Van Ded Wouw)
Pebalap tim Ducati Francesco Bagnaia melakukan selebrasi setelah memenangi Grand Prix Belanda di Sirkuit Assen pada 26 Juni 2022.(Dok/Reuters/Piroschka Van Ded Wouw)


SINAR HARAPAN - Pebalap Ducati Francesco Bagnaia mengungkapkan kesuksesannya dalam Grand Prix Aragon 2021 telah menyadarkannya mampu bertarung dengan para juara untuk menjuarai balapan dan menjadi lebih kompetitif.

GP Aragon tahun lalu menjadi momen sang pebalap Italia merasakan podium teratas untuk pertama kalinya dalam kelas premier setelah memenangi pertarungan sengit dengan juara dunia delapan kali Marc Marquez hingga lap terakhir.

Dia juga mengamankan pole position dengan memecahkan rekor sirkuit Aragon, meski sempat terjatuh saat FP2.

Baca Juga: Fabio Quartararo Mencoba Sasis Baru Yamaha di Grand Prix Aragon

"Kemenangan itu datang setelah periode yang sulit karena saya selalu kompetitif memiliki kecepatan untuk memenangi balapan, tapi setiap kali, sesuatu hal terjadi," kata Bagnaia dalam sesi jumpa pers menjelang Grand Prix Aragon, Kamis 15 September 2022.

"Jadi balapan di sini tahun lalu dengan Marc, tentunya, sesuatu yang membantu saya memahami bahwa saya mampu memenangi balapan."

Omongan itu bukan sekedar sesumbar, buktinya Bagnaia sejak Aragon tahun lalu hingga GP San Marino bulan lalu telah merebut 10 kemenangan dari 20 balapan.

Baca Juga: Marquez Akui Masih Jauh dari Kondisi Fisik Terbaiknya

Dia kembali menantang gelar musim ini dan memberi tekanan yang tak bisa diremehkan rival utamanya, Fabio Quartararo, setelah memangkas jaraknya dari sang pemuncak klasemen hingga 61 poin berkat empat kemenangan beruntun menuju Aragon.

Setelah kehilangan cukup banyak poin di paruh pertama musim karena performa yang jeblok, Bagnaia kini muncul sebagai ancaman serius dengan penekanan bahwa belum ada pebalap yang menang balapan selain dia sejak pertengahan Juni lalu.

Bagnaia akan berharap mengulangi kesuksesannya tahun lalu demi mengejar Quartararo yang masih unggul 30 poin dengan enam balapan tersisa.

"Saya mengira tidak ada hal yang berubah setelah kemenangan itu (di Aragon tahun lalu), mungkin dunia akan sama saja, tapi pada akhirnya apabila kita melihat hasilnya, itu memberi saya motivasi dan kekuatan untuk dapat memenangi balapan.

"Pastinya, balapan ini membantu saya menjadi lebih kompetitif," kata Bagnaia.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Ghana, Uruguay, dan Tendangan Penalti

Sabtu, 3 Desember 2022 | 04:44 WIB

Maroko di Puncak Grup F, Ini Klasemen Terakhir

Jumat, 2 Desember 2022 | 01:31 WIB
X