• Minggu, 2 Oktober 2022

Catatan Indonesia Open 2022: Berubah atau Bulu Tangkis Tinggal Kenangan

- Selasa, 21 Juni 2022 | 05:32 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke pebulu tangkis tunggal putra Malaysia Lee Zii Jia pada babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (10/6/2022).(Antara/Muhammad Adimaja)
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke pebulu tangkis tunggal putra Malaysia Lee Zii Jia pada babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (10/6/2022).(Antara/Muhammad Adimaja)


SINAR HARAPAN - Awan hitam tengah memayungi tim bulu tangkis Indonesia. Tengok saja hasil ajang Indonesia Open 2022 yang baru saja berakhir. Tidak ada satu pun pebulu tangkis Tim Merah Putih yang menggondol juara. Semuanya gugur di babak-babak sebelumnya.

Bisa dibilang inilah catatan terburuk wakil bulu tangkis Indonesia melaju ke babak empat besar turnamen level super 1000.   

Tercatat dari 20 wakil yang berlaga di Indonesia Open 2022 hanya empat yang mampu melaju di babak delapan besar turnamen BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) level super 1000 itu.

Keempat pemain itu ialah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (ganda putra), Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri).

Ganda putra Fajar/Rian tersandung di babak perempat final seusai kalah dari wakil China, Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi dengan skor identik 18-21, 18-21.

Ganda putra lainnya yang tersingkir ialah Pramudya/Yeremia yang kalah dari peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik lewat pertarungan rubber game 21-14, 12-21, 20-22.

Dari sektor tunggal putra, wakil Indonesia yang gagal yakni Anthony Sinisuka Ginting yang menyerah dari pebulutangkis Denmark, Viktor Axelsen. Pemain asal Cimahi itu takluk dari pebulu tangkis rangking satu dunia itu dengan skor 13-21, 21-19, 9-21.

Satu lagi wakil Indonesia yang gagal ke empat besar ialah Apriyani/Fadia. Peraih medali emas SEA Games 2021 itu harus mengakui keunggulan ganda putri Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan dengan skor 14-21, 19-21.

Hasil Mengejutkan

Hasil ajang Indonesia Open 2022 ini sungguh mengejutkan jika mau dibilang. Di Indonesia Masters 2022, Tim Merah Putih masih beruntung karena meraih satu gelar juara dan runner up. Turnamen Indonesia Masters 2022 yang digelar sebelum Indonesia Open 2022.

Gelar juara diraih melalui ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Bagi ganda putra Indonesia ini, gelar tersebut  merupakan gelar pertama mereka di Indonesia Masters dan pertama di Istora Gelora Bung Karno Senayan.

Sedangkan runner up diraih ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Ganda putri Indonesia kalah di babak final oleh pasangan China, Cheng Qing Chen/Jia Yi Fan.

Mengapa Indonesia gagal total terutama di Indonesia Open 2022 padahal terang-terangan menjadi tuan rumah dengan dukungan penonton yang sangat luar biasa apalagi berlangsung di Istora Gelora Bung Karno Senayan yang sejak dulu dikenal sebagai 'tempat angker' bagi pebulu tangkis bukan Indonesia.

Hasil kurang memuaskan itu sontak saja membuat Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky angkat bicara. Ia terang-terangan menyebutkan, kegagalan skuad Cipayung di ajang Indonesia Open 2022 semata-mata karena faktor fisik dan teknik.

Masuk akal memang alasan tersebut. Karena waktu penyelenggaraan turnamen yang berdekatan antara Indonesia Masters dan Indonesia Open membuat beberapa pemain tuan rumah kelelahan. Namun sangat bijak jika hal ini menjadi alasan kegagalan Tim Merah Putih.

Dalam turnamen berhadiah total 1,2 juta dolar AS tersebut, dari empat wakil yang tersisa di perempat final, semuanya gagal memetik kemenangan. Akhirnya, tidak ada wakil Indonesia yang lolos di semifinal.

"Melihat hasil keseluruhan saat kami gagal meloloskan wakil ke babak semifinal bukan tanpa alasan. Faktor kondisi fisik turut memengaruhi, sehingga wakil Indonesia gagal di babak perempat final," kata Rionny Mainaky di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/6/2022) sore.

Jika ini persoalannya maka tidak ada kata terlambat untuk mengenjot kondisi fisik pemain. Apalagi sebentar lagi tim bulutangkis Indonesia akan berjuang kembali di Malaysia lalu  berlanjut ke Singapura Terbuka.

Untuk itu, beberapa persiapan dilakukan. Mulai dari pengembalian kondisi fisik, teknik, dan mental bertanding. "Hal itu tentu menjadi catatan dan evaluasi ke depannya, mengingat akan ada turnamen yang akan diikuti di bulan Juli nanti," Rionny Mainaky melanjutkan.

Sektor Tunggal Putra

Terkait hal itu maka tidak salah jika perlu ada program khusus baik teknik maupun fisik menjelang menjalani turnamen padat berikutnya. Selain itu, pemain juga harus terus diberi motivasi sehingga mempunya semangat berjuang dan mental juara. Karena hal itu sepatunya menjadi harga mati bagi pebulu tangkis Indonesia jika ingin kembali berjaya.

Dan, satu hal yang juga penting bagi PBSI adalah sudah waktunya melakukan regenerasi pemain terutama di sektor tunggal putra. Jujur saja sektor tunggal putra, PBSI selalu mengandal pemain yang itu-itu saja. Kalau bukan Jonatan Christie ya Anthony Sinisuka Ginting. Dan asal tahu saja kedua tunggal putra andalan Indonesia itu selalu tumpul alias tersungkur ketika berhadapan dengan tunggal Putra Denmark Viktor Axelsen.

Catatan rekor Anthony Sinisuka Ginting melawan Viktor Axelsen masih kalah. Dari 11 pertemuan, Ginting baru menang empat kali atas tunggal asal Denmark tersebut. Selebihnya pebulu tangkis Indonesia itu selalu keok. Salah satu faktor Ginting selalu kalah ketika menghadapi Viktor Axelsen adalah unforced erro atau membuat kesalahan sendiri. Ternyata ini kelemahan Ginting melawan siapa pun. Ini harus menjadi catatan tersendiri bagi PBSI di sektor tunggal putra.

Akhirnya memang: tidak ada pilihan lain kecuali berbenah bagi PBSI. Selain mengenjot masalah fisik, teknik dan mental pemain. Persoalan regenerasi pemain juga harus menjadi perhatian yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Keterpurukan di Indonesia Open 2022 harus menjadi cambuk bagi PBSI dan jajarannya untuk kembali bangkit dan menjadikan bulu tangkis menjadi olah raga kebanggaan di negeri ini. Ingat: tidak ada kata terlambat!***

  

Editor: Norman Meoko

Tags

Terkini

PSSI Bentuk Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:56 WIB

Mayar Sherif Perempuan Mesir Pertama Juarai WTA

Minggu, 2 Oktober 2022 | 05:48 WIB

Atletico Madrid Sikat Sevilla 2-0 Tanpa Balas

Minggu, 2 Oktober 2022 | 05:31 WIB

Kylian Mbappe Pandu PSG Kalahkan Nice 2-1

Minggu, 2 Oktober 2022 | 05:25 WIB

Inter Milan Takluk 1-2 dari AS Roma di San Siro

Minggu, 2 Oktober 2022 | 05:20 WIB
X