• Senin, 8 Agustus 2022

Cuaca Panas dan Kelembapan Tinggi Pengaruhi Daya Tahan Baterai Mobil Formula E

Banjar Chaeruddin
- Sabtu, 4 Juni 2022 | 18:00 WIB
Cuaca panas Jakarta disorot para pembalap Formula E (Antara)
Cuaca panas Jakarta disorot para pembalap Formula E (Antara)

SINARHARAPAN--Cuaca yang panas disertai kelembaban tinggi di Jakarta menjadi sorotan para pembalap dan teknisi yang berpartisipasi dalam E-Prix hari ini. Hal ini disebabkan karena efisiensi baterai dan performa kendaraan terdampak panas dan kelembaban.

Daya tahan baterai cenderung menurun pada suhu panas, dan regenerasi baterai yang terjadi selama balapan juga akan memastikan suhu meningkat. Dengan demikian, pengemudi harus mengawasi suhu sepanjang akhir pekan.

Sebastien Buemi dari Nissan e.dams menjelaskan persiapan untuk balapan suhu tinggi - setelah mengakui bahwa mereka lupa betapa panas dan lembabnya cuaca Asia Tenggarang lantaran mereka sudah lama tidak berlaga di Asia Tenggara.

“Dalam simulator kami berlatih suhu yang berbeda, dari yang paling optimis hingga yang paling pesimistis dan tentu saja, kami mencoba mengoptimalkan balapan di sekitar itu - semakin panas, semakin sedikit yang bisa kami tekan pada baterai,” terang Buemi dikutip dari motorsport.com.

Buemi menjelaskan upaya pihaknya untuk menghemat baterai di tengah panasnya cuaca di Jakarta. "Anda mencoba untuk menghemat baterai dan pada saat yang sama, menjadi efisien. Ada cara untuk menghemat energi baterai, jadi untuk memanaskannya lebih sedikit. Dan kemudian Anda mencoba untuk kehilangan waktu putaran sesedikit mungkin. Kami telah berlatih itu. Dan semoga setelah FP2 kami akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang tren yang akan terjadi dan kemudian Anda mengikuti balapan dengan mengandalkan apa yang Anda pelajari di sim dan di FP2,” urainya.

Pengaruh cuaca panas dan kelembaban tinggi juga disoroti oleh pembalap Robin Frijns dari Envision "Semua orang memiliki baterai yang sama, jadi kami semua pada akhirnya bernasib sama. Anda dapat mengubah hal-hal dalam perangkat lunak untuk mencoba membantu baterai. Tetapi pada akhirnya, semua orang sangat mirip dalam hal itu,” kata Frijns.

Frijns juga menyamakan permukaan sirkuit Jakarta baru, yang secara efektif merupakan fasilitas yang dibangun khusus meskipun ada jalan dan tempat parkir di luar mal Ancol Beach City, dengan trek Diriyah.

Dia menambahkan bahwa dia mengharapkan ban menjadi "masak" jika balapan tetap kering. “Permukaan trek terlihat cukup halus, mirip dengan Riyadh yang harus saya katakan. Tapi jelas, ini sedikit lebih panas dari Riyadh. Saya pikir untuk ban itu sendiri, itu tidak terlihat terlalu buruk. Tapi saya tidak tahu suhu apa yang akan terjadi. Yang pasti ban akan memasak, seperti secara besar-besaran, tetapi kemudian pertanyaannya adalah, apakah mereka akan turun banyak. Mari kita tunggu dan lihat,” tandasnya.

 

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: motorsport.com

Tags

Terkini

Babak Pertama Brighton Pukul MU 2-0 di Old Trafford

Minggu, 7 Agustus 2022 | 21:00 WIB

Mochamad Iriawan Pastikan PSSI Tidak Keluar dari AFF

Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:33 WIB

Chelsea Tawar Frenkie de Jong dengan 70 Juta Euro

Minggu, 7 Agustus 2022 | 05:57 WIB

Chelsea Bungkam Everton 1-0 Berkat Penalti Jorginho

Minggu, 7 Agustus 2022 | 05:45 WIB
X