• Rabu, 29 Juni 2022

Pep Guardiola Sanjung Pemainnya sebagai Para Legenda

- Senin, 23 Mei 2022 | 11:36 WIB
Manajer Manchester City Pep Guardiola bersuka cita setelah timnya menjuarai Liga Inggris musim ini seusai mengalahkan Aston Villa di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, 22 Mei 2022.(Reuters/Jason Cairnduff)
Manajer Manchester City Pep Guardiola bersuka cita setelah timnya menjuarai Liga Inggris musim ini seusai mengalahkan Aston Villa di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, 22 Mei 2022.(Reuters/Jason Cairnduff)


SINAR HARAPAN - Manajer Manchester City Pep Guardiola memuji timnya sebagai "legenda" setelah mereka menjuarai Liga Inggris keempatnya dalam lima tahun terakhir seusai berbalik menang 3-2 atas Aston Villa pada pertandingan terakhir, Minggu 22 Mei 2022.

City tertinggal 0-2 sehingga terancam melepaskan gelar juara liga yang sudah di depan mata mereka sebelum Ilkay Gundogan mencetak gol, Rodri menyamakan kedudukan dan kemudian Gundogan mencetak gol penentu kemenangan dalam jangka waktu lima menit yang luar biasa.

“Empat Liga Premier – orang-orang ini sudah menjadi legenda; orang harus mengakuinya. Kumpulan pemain ini sungguh abadi di klub ini karena apa yang kami capai sangat sulit," kata pelatih asal Spanyol itu seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Pep Guardiola Pelatih Asing Paling Sukses di Inggris

"Yang pertama 100 poin (musim 2017-2018), yang kedua di Brighton (hari terakhir musim 2018-2019), yang ketiga tanpa penonton dan yang ini bersama penonton, sungguh yang terbaik," ia melanjutkan.

City tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dalam semifinal dari Real Madrid karena kebobolan tiga gol dalam waktu lima menit pada akhir leg kedua dan Guardiola berseloroh telah mengambil hikmah dari klub Spanyol itu.

"Saya menelepon Real Madrid dan mereka memberi saya nasihat bagus!" katanya.

Baca Juga: Manchester City Juara Liga Inggris, Arsenal Gagal Masuk Empat Besar

"Tak ada jawaban dari Madrid, hari ini tak ada penjelasan. Ini momentum. Kadang-kadang menyenangkan menjalani situasi seperti ini. Saya merasa ini akan membantu kami menjadi lebih kuat musim depan," ujarnya.

"Mungkin kami membutuhkan waktu sedikit lebih banyak, tetapi setiap detik yang berlalu setelah Liga Inggris ini, kami menyadari empat gelar juara liga dalam lima tahun di negara ini mungkin merupakan pencapaian terbaik yang telah kami lakukan dalam karier kami. Ini luar biasa," tambah Guardiola.

Mantan pelatih Barcelona ​yang mengungguli Arsene Wenger dan Jose Mourinho yang sama-sama meraih tiga gelar Liga Inggris itu menunjukkan empati kepada Liverpool yang finis urutan kedua.

"Juergen Klopp berkata beberapa hari yang lalu tentang juara bahwa sedikit yang juara dari banyak yang mencoba juara. Saya suka konsep ini. Saya pencoba juara yang baik. Saya akan bilang Liverpool pecundang? Yang telah mereka lakukan di Liga Premier dalam beberapa tahun terakhir manakala hanya ada satu tim yang sedikit lebih baik dari mereka, tetapi mereka memang tim juara," kata Guardiola.

Bukan berarti Guardiola menyangkal khawatir karena timnya sempat tertinggal dua gol.

" Ini adalah pertandingan yang paling sulit untuk dimenangkan, Anda harus menutup sesuatu yang telah memakan waktu 10 bulan. Servis untuk menjuarai Wimbledon itu servis yang paling sulit, kata pemain tenis, dan itu mirip hari ini," dia menambahkan.

Bos City ini menyebut atmosfer di Stadion Etihad sebagai yang terbaik yang pernah dia alami dan dia jelas menikmati parade kemenangan pada Senin.

"Mudah-mudahan, kita akan merayakannya dengan cerutu dan bir, saya akan membawa cerutu saya, tak usah khawatir," tuturnya..***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

PSSI Ajukan Diri Menjadi Tuanrumah Piala Asia 2023

Selasa, 28 Juni 2022 | 20:51 WIB

Cabut dari PSG, Angel Di Maria Gabung ke Juventus

Selasa, 28 Juni 2022 | 10:35 WIB

Galatasaray Tertarik Daratkan Stephan El Shaarawy

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:48 WIB

Leo/Daniel Mundur dari Malaysia Open Karena Cedera

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:33 WIB
X