• Jumat, 7 Oktober 2022

Tinggalkan Jepang, Atlet Belarusia Minta Suaka Politik ke Polandia

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 12:05 WIB
Sprinter Belarusia Krystsina Tsimanouskaya meminta perlindungan Kedutaan Polandia di Tokyo, Senin (3/8/2021).
Sprinter Belarusia Krystsina Tsimanouskaya meminta perlindungan Kedutaan Polandia di Tokyo, Senin (3/8/2021).

JAKARTA - Krystsina Tsimanouskaya, atlet Belarusia yang dipaksa keluar dari Olimpiade Tokyo oleh timnya akhir pekan lalu, meninggalkan bandara Narita, dekat Tokyo, Rabu (4/8/2021) menuju Polandia, yang telah menawarkan suaka kepadanya.

Tsimanouskaya, sprinter berusia 24 tahun, telah mendapat visa kemanusiaan dari Polandia setelah dia menolak untuk naik pesawat, Minggu.

Dia mencari perlindungan kepada polisi Jepang di bandara Haneda Tokyo, dengan mengatakan bahwa dia dipaksa untuk kembali ke Belarusia karena mengkritik pelatihnya, dan dia takut keselamatannya terancam jika kembali ke negaranya.

Dikawal oleh pejabat, Tsimanouskaya, yang mengenakan masker dan kacamata hitam, tiba di bandara Narita Rabu pagi setelah meninggalkan kedutaan Polandia di Tokyo. Dia naik penerbangan menuju Wina, seperti dilaporkan Kyodo.

Setelah menghabiskan malam di sebuah hotel dekat bandara Haneda di bawah perlindungan otoritas Jepang, dia memasuki kedutaan, Senin, dan kemudian diberi visa kemanusiaan.

Duta Besar Polandia untuk Jepang Pawel Milewski, Selasa (3/8/2021), mencuit bahwa Tsimanouskaya "baik-baik saja dan berterima kasih kepada kami semua karena telah mengulurkan tangan membantu melawan mereka yang tidak menginginkan dia baik-baik saja."

Sprinter tersebut melalui media sosial sempat mengeluhkan bahwa dia masuk dalam estafet 4x400 m meski belum pernah bertanding di ajang tersebut. Dia bertanding di nomor 100 meter tetapi tidak lolos ke semifinal, dan seharusnya tampil di nomor 200 meter, Senin, namun tidak ikut bertanding.

Komite Olimpiade Nasional Belarusia dipimpin oleh Viktor Lukashenko, putra Presiden negara tersebut, Alexander Lukashenko.

Keduanya dilarang menghadiri Olimpiade Tokyo di tengah tuduhan diskriminasi terhadap atlet yang ambil bagian dalam protes terhadap pemilihan kembali presiden yang kontroversial itu pada Agustus 2020.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

Real Madrid Menang Tipis 2-1 atas Shakhtar Donetsk

Kamis, 6 Oktober 2022 | 05:32 WIB

Timnas Indonesia U-17 Kalahkan UEA 3-2

Rabu, 5 Oktober 2022 | 22:12 WIB

Liverpool Raih Kemenangan 2-0 atas Rangers

Rabu, 5 Oktober 2022 | 05:38 WIB

Para-tenis Meja Indonesia Sabet Tiga Emas di Yunani

Selasa, 4 Oktober 2022 | 10:56 WIB
X