Bayi Meninggal di Palembang Akibat Asap Karhutla

Senin , 16 September 2019 | 09:18
Bayi Meninggal di Palembang Akibat Asap Karhutla
Sumber Foto Elshinta.com
Kabut asap menyelimuti Palembang dan sekitarnya.

PALEMBANG - Seorang bayi berusia empat bulan meninggal dunia karena menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (15/9/2019). Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diduga menjadi penyebabnya.

Balita bernama Elsa Pitaloka tersebut mengalami sesak napas sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di RS Ar-Rasyid Palembang. Desa Talang Buluh tempat tinggal Elsa dilanda kabut asap karhutla sejak musim kemarau tiba.

Elsa mengalami sesak napas sejak Sabtu (14/9/2019). Ketika kondisinya semakin memburuk, orang tua Elsa yang merupakan warga RT 8 Dusun II, Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kepala, Kabupaten Banyuasin membawanya ke bidan. Namun bidan desa menganjurkan membawa Elsa ke rumah sakit.

Perangkat Desa BPD Desa Talang Buluh Agus Darwanto mendampingi orang tua Elsa, Ngadirun (34) dan Ita Septiana (27) ke RSUD Pratama Sukajadi Banyuasin. Petugas medis RSUD Pratama Sukajadi pun tak sanggup merawat Elsa karena tidak memiliki peralatan pembantu pernapasan. Dia kemudian dirujuk ke RS Ar-Rasyid Palembang.

"Sekitar 11.30 dibawa ke Ar-Rasyid dilarikan ke IGD, dikasih bantuan sementara. Di IGD dicek dokter katanya kemungkinan kena ISPA," ujar Agus, Minggu (15/9/2019) seperti dilaporkan cnnindonesia.com.

Usai diperiksa, dokter kembali merujuk Elsa ke RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang karena RS Ar-Rasyid tidak memiliki alat pompa pernapasan. Namun, setelah mengontak RSMH, Agus berujar, kamar rawat inap sedang penuh sehingga Elsa disuruh untuk menunggu.

"Selagi menunggu itu Elsa dirawat dulu di IGD Ar-Rasyid sambil dikasih perawatan alat oksigen. Sudah hampir magrib dapat kabar kalau sudah bisa dirujuk ke RSMH, akhirnya keluarga persiapan, urus administrasi. Tapi pas lagi siap-siap itu Elsa ngedrop, kata dokter gagal pernapasan sampai enggak ada lagi [meninggal] pukul 18.35 sebelum dirujuk," kata pria yang juga kerabat orang tua Elsa itu.

Agus mengatakan, pihak keluarga tidak mengetahui penyebab pasti meninggalnya Elsa karena belum ada alat yang memeriksa Elsa. Namun sesak napas yang dialami bayi empat bulan tersebut tidak kunjung membaik hingga Elsa mengembuskan napas terakhir.

"Dokter spesialis bilang kemungkinan ISPA, bisa bakteri, tapi tidak tahu pasti karena belum ada pemeriksaan medis pakai alat. Elsa lahir dalam keadaan normal dan sehat, tidak ada kelainan apa-apa sampai sesak napas itu benar-benar tiba-tiba," dia menambahkan.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load