Pembunuhan Ayah-anak yang Dibakar di Sukabumi Direncanakan Sejak Juli

Kamis , 29 Agustus 2019 | 09:11
Pembunuhan Ayah-anak yang Dibakar di Sukabumi Direncanakan Sejak Juli
Sumber Foto Dok/Ist
Dua mayat ditemukan di mobil yang terbakar di Sukabumi.

SUKABUMI - Pembunuhan dan pembakaran Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya M Aldi Pradana alias Dana (23) ternyata telah direncanakan sang istri, Aulia Kesuma (45) sejak Juli 2019.

Rencana pembunuhan itu akibat Aulia Kesuma sakit hati kepada korban. Hal itu dipicu tagihan sejumlah utang yang mencapai Rp200 juta per bulan. Tagihan itu berasal dari dua bank.

Hal itu diungkap Kapolres Sukabumi Ajun Komisaris Besar Nasriadi ketika dihubungi, Kamis (29/8/2019)."Rencana awal sejak bulan Juli, tersangka AK (Aulia Kesuma) menyampaikan keinginannya menghabisi nyawa suami dan anak tirinya karena dipicu sakit hati kepada korban," katanya.

Ia menyebut, keinginan kuat Aulia itu dipicu tagihan sejumlah utang yang mencapai Rp 200 juta per bulan. Tagihan itu berasal dari utang ke dua bank, yang pertama sebesar Rp 7 miliar. Kemudian yang kedua Rp 2,5 miliar atas nama dia dan suaminya. Terakhir utang kredit mencapai Rp 500 juta, sehingga total utangnya Rp 10 miliar.

"Keinginan menghabisi nyawa suami dan anak tirinya dia sampaikan ke asisten rumah tangganya berinisial KR (Karsini). Namun saat itu hanya sebatas menyampaikan keinginan itu," kayanya seperti dikutip detik.com.

Perencanaan itu kemudian terealisasi satu bulan berikutnya. Pada awal bulan Agustus disusun rencana awal pembunuhan Pupung dan Dana dengan cara ditembak namun hal itu urung dilakukan."Rencana pembunuhan awal korban ditembak, AK meminta RD (Rodi, suami dari Karsini. RD saat itu meminta sejumlah uang untuk mencari eksekutor untuk membuat senjata dan peluru, namun rencana itu tidak jadi dilakukan," tuturnya.

Rencana berubah. Pada pertengahan Agustus Aulia menelepon Karsini dan Rodi meminta pembunuhan dilakukan dengan cara dibius lalu dibakar. Rodi lalu mengajak tiga temannya Sugeng, Agus dan Alpa.

"Saat itu disepakati keempatnya berperan sebagai eksekutor. Pada Kamis (22/8/2019) mereka berkumpul di Jakarta dan mulai membahas rencana aksi pembunuhan, perencanaan dilakukan hingga pukul 03.00 WIB pagi pada hari Jumat (23/8/2019), sampai akhirnya terjadi rentetan pembunuhan hingga pembakaran mayat kedua korban," dia menjelaskan.

Selain Aulia, otak pelaku juga menyeret Rodi. "RD terlibat perencanaan sekaligus otak pembunuhan ayah dan anak tersebut," dia menambahkan.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load