Di Medan, Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 14 Kilogram

Jumat , 08 Februari 2019 | 10:35
Di Medan, Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 14 Kilogram
Sumber Foto Dok/Ist
Ilustrasi

MEDAN - Pelarian P, kurir sabu-sabu berakhir di ujung timah panas personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut). Ia akhirnya tewas ditembak mati karena berusaha kabur. Kasus ini merupakan pengembangan kasus 14 kilogram sabu-sabu.

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto dalam keterangan persnya di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Jumat (8/2/2019) pagi ini membenarkan hal itu."Pelaku narkoba itu juga tidak mengindahkan tembakan peringatan, maka petugas kepolisian melakukan tindakan tegas terukur dan mengenai punggung bagian kiri yang mengakibatkan P meninggal dunia," katanya.

Menurut dia, peristiwa tersebut terjadi Minggu (3/2/2019). Saat itu, Polda Sumut mengawasi satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam nopol BK 1875 FJ yang dicurigai membawa narkoba dari Provinsi Riau menuju Medan."Namun, mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Petugas berusaha menghentikan mobil itu di Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Medan Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau," ujarnya seperti dikutip antaranews.com.

Ia menyebutkan, pelaku yang berusaha melarikan diri dari kejaran aparat keamanan melepaskan tembakan dan mengenai mobil petugas. Perlawanan dari pelaku ini mendorong polisi melepaskan tembakan ke arah kendaraan pelaku dan mengenai telapak tangan, serta lutut sebelah kiri sopir.

Kemudian, pada jarak satu kilometer, tepatnya di Jalan Lintas Sumatera Cikampak, Kabupaten Labuhan Batu Utara, mobil tersebut berhenti dan dua orang laki-laki keluar dari mobil dan berusaha melarikan diri ke arah perkebunan.

Petugas kembali melakukan tembakan peringatan, namun kedua orang itu tidak menghiraukannya. Salah seorang pelaku berinisial S, berhasil dibekuk, dan rekannya berinisial P melarikan diri.

Aparat keamanan melakukan penyisiran di lokasi, dan menangkap P. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di mobil itu, dan menemukan satu buah tas warna hitam yang berisikan 14 kemasan teh warna hijau yang bertuliskan "GUAN YIN WANG" di dalamnya terdapat sabu-sabu seberat 14 kg."Tersangka S dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pengobatan. Sedangkan tersangka P dibawa untuk melakukan pengembangan kasus narkoba tersebut," katanya.

Sementara tersangka S mengatakan, baru pertama kali ini membawa narkoba dan hal itu terpaksa dilakukan karena himpitan ekonomi."Saya dijanjikan akan menerima upah Rp 15 juta, namun upah belum diterima sudah ketangkap petugas," kata warga Aceh itu.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load