Tim Jaguar Polresta Depok, Melayani Tanpa Pamrih

Kamis , 29 Maret 2018 | 06:45
Tim Jaguar Polresta Depok, Melayani Tanpa Pamrih
Sumber Foto satryo yudhantoko
Iptu Winam Agus

DEPOK –  Siapa yang tidak kenal Tim Jaguar Polresta Depok? Rasa aman yang dirasakan warga dengan kehadiran Tim Jaguar ini mulai muncul.

Tim Jaguar adalah tim khusus yang awalnya dibentuk untuk menangani kejahatan pembegalan di jalan. Seiring waktu, tim mulai mengembangkan sayapnya ke ranah sosial kemasyarakatan. Hal ini dilakukannya demi kemanusian dan tanpa pamrih.  Tim ini  tidak lahir dari suatu ruang kosong yang tak berpenghuni. Namun, dia lahir dari rahim Polresta Depok yang saat itu dipimpin oleh Kombes Ahmad Subarka.

“Pada tahun 2014 lalu Depok memiliki kasus pembegalan terbanyak. Akhirnya, pimpinan kami saat itu, Pak Ahmad Subarka membentuk Tim Jaguar untuk mengatasi kejahatan jalanan tersebut,” kata Ketua Tim Jaguar, Iptu Winam Agus kepada sinarharapan.co, Rabu (28/3/2018).

Dalam proses awal, dia menceritakan pembentukan tim memilih anggota yang cakap secara fisik, akdemis serta psikologis. Setelah itu mereka dikirim ke Komando Brimob. Usai dari sana pada Januari 2015, Tim Jaguar aksi di lapangan.

“Kita tidak hanya mengungkap kasus pembegalan saja tetapi patroli di lokasi yang sering terjadi kasus pembegalan. Akhirnya, situasi kasus pembegalan itu bisa diminimalisir,” ujarnya.

Dalam perkembangannya, Tim Jaguar Polresta Depok tidak hanya mengantisipasi kasus pembegalan saja namun juga kejahatan jalanan (street crime) lainnya seperti balapan liar, tawuran dan kerja-kerja sosial.

“Kami antisipasi kejahatan jalanan atau street crime. Selain itu juga balapan liar dan tawuran. Itu bagian dari tugas kami. Berkembang tidak hanya dalam kasus pembegalan saja. Ada orang telantar, ada orang-orang kesulitan di jalanan atau bahkan cabe-cabean dipulangkan ke rumahnya. Itu kan kerja-kerja sosial dan sudah bagian dari tugas kami,” katanya.

Kerja sosial yang dilakukannya menurut Winam dilakukan demi kemanusian. Dan itu juga bagian dari tugas-tugas polisi yaitu melindungi, melayani, mengayomi masyarakat. Di samping penindakan keamanan dan ketertiban juga penegakan hukum bagi mereka yang melanggar.

“Hukumannya kita amankan mereka. Kita intograsi kemudian kita pulangkan ke orang tuanya memberi pengarahan dan membuat surat pernyataan dari kedua belah pihak. Baik dari orang tua maupun anaknya. Sebab kadangkala orang tua tidak bisa mengawasi anak-anaknya sehingga mereka keluyuran malam hari,” tuturnya.

Wilayah operasi Tim Jaguar meliputi seluruh wilayah hukum Polresta Depok. Termasuk daerah-daerah pelosok seperti Sawangan, Bojong Gede, Limo.

Tim Jaguar juga memprioritaskan wilayah dalam Kota Depok. Sebab menurut dia, jika terjadi kasus maka itu akan mejadi viral. “Karena itu kami fokus di kota Depok ini. Namun apabila ada wilayah yang memerlukan kami akan segera meluncur ke sana. Jadi tidak ada hambatan,” dia menjelaskan.

Winam menambahkan, Tim Jaguar tidak memiliki tunjangan tambahan sebagai petugas penindakan kejahatan jalanan. “Dari kedinasan sendiri tidak ada dana untuk kami. Jadi kami bergerak itu betul-betul kerja sosial. Tidak mengharapkan apapun,” dia menambahkan.(satryo yudhantoko)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load