Kapolda: Pembakaran Polsek Ciracas Diduga Buntut Penggeroyokan Anggota TNI

Rabu , 12 Desember 2018 | 08:15
Kapolda: Pembakaran Polsek Ciracas Diduga Buntut Penggeroyokan Anggota TNI
Sumber Foto Dok/Ist
Irjen Idham Aziz

JAKARTA - Perusakan dan pembakaran Markas Polsek Metro Ciracas, Jakarta Timur semalam diduga kuat terkait aksi penggeroyokan anggota TNI pada Senin (10/12/2018) lalu oleh sejumlah juru parkir di Cibubur.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz menyatakan hal itu semalam. Ia menyatakan, ada dugaan massa ingin memastikan bahwa pelaku pemukulan sudah ditahan di Polsek Ciracas. "Kemungkinan analisisnya ke sana, tapi beri saya waktu untuk teman-teman Krimum (Direktorat Kriminal Umum) dan Kapolres bekerja. Kalau ada perkembangan yang sudah didapat, saya sampaikan," katanya seperti dikutip detik.com.

Kantor Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, dilalap api pada Rabu (12/12/2018) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa ini terjadi setelah sekelompok orang mendatangi dan merusak bangunan Polsek Metro Ciracas yang terletak di Jalan Raya Bogor.

Sebanyak delapan mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan berhasil memadamkan api menjelang pagi hari. Namun kepolisian belum berhasil mengungkap pemicu ataupun motif dari kejadian tersebut. Polisi juga masih mengejar sekelompok orang yang melakukan perusakan sebelum terjadi kebakaran.

Pertengkaran itu terjadi pada Senin (10/12/2018) sore. Rekaman videonya viral di media sosial. Dalam rekaman terlihat seorang anggota TNI berhadapan dengan sejumlah pria.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra mengatakan pertengkaran dipicu kesalahpahaman antara tukang parkir dan anggota TNI yang melintas TKP. Namun kericuhan jadi melebar karena melibatkan sejumlah rekan tukang parkir tersebut. Tak berselang lama, anggota TNI lain yang sedang melintas berhenti di lokasi untuk melerai.

"Mungkin karena anggota TNI memberikan sedikit perlawanan, bukan anggota itu melakukan pemukulan yang agresif, itu tukang parkir lalu terjadi keributan. Sempat dorong mendorong, temannya tukang parkir datang. Tak lama kemudian ada anggota TNI lain melintas berhenti dengan maksud melerai," katanya.

Anggota Polsek Ciracas sempat mendatangi lokasi kejadian dan ikut melerai pertengkaran. Polsek Ciracas juga sempat memeriksa sejumlah tukang parkir itu. Bahkan, kata Tony, kedua belah pihak yang bertengkar sudah saling berdamai."Ketika korban itu mau menyelesaikan itu dengan damai, ya pihak polisi memfasilitasi artinya penyelesaian damai lebih bagus sama menyadari kesalahpahaman tadi," ujarnya.

Peristiwa yang semula diyakini telah selesai itu ternyata masih berbuntut panjang. Pada malam harinya, Rabu (12/12/2018) sekitar pukul 22.00 WIB, sekelompok orang mendatangi Mapolsek Metro Ciracas.

Tidak lama setelah itu terjadi perusakan oleh sekelompok orang tersebut. Mereka menghancurkan kendaraan operasional dan kendaraan pribadi yang terparkir di halaman Polsek Metro Ciracas.

Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto bahkan langsung mendatangi Polsek Ciracas pukul 01.20 WIB.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi mengatakan Polisi Militer (POM) TNI AD telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas kasus pembakaran yang disebut-sebut terkait dengan kasus pengeroyokan anggota TNI beberapa hari sebelum kejadian.

"Pom TNI AD dan Polda Metro tengah mengusut kasus pembakaran Mapolsek Ciracas apakah ada keterlibatan oknum TNI AD," kata Kristomei seperti dikutip antaranews.com.

Menurut dia, penyelidikan yang melibatkan Pom TNI AD untuk melihat keterkaitan antara pengeroyokan anggota TNI AD dengan pembakaran Mapolsek Ciracas."Ini akan diselidiki, apakah ada keterkaitannya dengan pengeroyokan anggota TNI AD dengan pembakaran Mapolsek Ciracas. Ini juga diselidiki siapa pelaku pembakaran Mapolsek," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load