Penerapan Prokes Transjakarta Mulai Longgar

Selasa , 02 November 2021 | 09:07
Penerapan Prokes Transjakarta Mulai Longgar
Sumber Foto: RRI.
Ilustrasi.

JAKARTA - Rendahnya penerapan protokol kesehatan (prokes) di dalam bus Transjakarta memunculkan kekhawatiran bagi para penumpang. Rendahnya pengawasan petugas serta kesadaran diri para penumpang, dikhawatirkan akan berdampak buruk di tengah masih mewabahnya Covid-19 saat ini. 

Dalam pantauan di lapangan, terdapat pelanggaran prokes setelah tTransjakarta kembali menerapkan kapasitas angkut penumpang 100%, contohnya untuk Transjakarta trayek Kampung Rambutan -  Blok M. Dalam perjalanan tidak sedikit penumpang yang saling berkomunikasi baik itu secara langsung ataupun via telepon seluler.

Bukan hanya itu, ditemukan juga penumpang yang sengaja menurunkan maskernya pada saat Transjakarta penuh sesak penumpang. Kendornya prokes di dalam Transjakarta juga di benarkan oleh Mita, warga Kalibata yang keseharianya menggunakan Transjakarta. 

Dirinya merasa snagat khawatir akan banyaknya penumpang yang tidak taat prokes, seperti menurunkan masker dan berbicara atau mengobrol secara langsung. Terlebih kapasitas Transjakarta sudah 100 persen dan sudah tidak ada lagi jarak aman antar penumpang.

"Tapi kalau sudah dempet-dempetan ada pelanggaran itu saya khawatir banget sih. Udah gak ada jarak, habis itu juga banyak pelanggaran prokes," kata dia saat ditemui, Senin (1/11/2021)

Menurutnya, pihak manajemen Transjakarta diharapkan dapat lebih tegas akan penerapan prokes di dalam bus. Tentunya dengan mengevaluasi aturan yang saat ini diberlakukan agar penumpang Transjakarta tetap merasa nyaman saat naik transportasi umum tersebut. 

Sementara itu, Luna warga Bekasi yang hendak menuju Blok M, saat ditemui RRI juga mengatakan, kesadaran dalam penerapan prokes di dalam Transjakarta seperti harus selalu memakai masker dan tidak saling berkomunikasi/ harus di dasari atas kesadaran diri sendiri. Pasalnya dia juga sering menemukan masyarakat yang melanggar prokes namun sering kali tidak ada yang berani menegur. 

"Susah kalau kesadaran diri kita gak ada. Harusnya gak mengandalkan untuk ditegur. Karena biasanya orang udah tahu tapi cuma diam, gak mau tegur," ujarnya. Menurutnya, poster aturan yang terdapat di dalam Transjakarta terlalu kecil. Kemungkinan hal tersebut menjadi salah satu faktor banyaknya pelanggaran prokes yang terjadi saat ini. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load