Polisi Kirimkan Sampel "Rice Box PSI" Ke Lab Untuk Penyelidikan Awal

Senin , 25 Oktober 2021 | 20:41
Polisi Kirimkan Sampel
Sumber Foto Legion News
Ilustrasi

JAKARTA--Kepala Kepolisian Sektor Koja Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Abdul Rasyid mengatakan, sampel nasi kotak tersebut dikirimkan ke laboratorium Polri di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari penyelidikan awal.

"Jadi kita belum melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Nanti dari hasil laboratorium kan ketahuan, misalnya, nasinya ada racunnya kah?Jenis apa? Racun apa?," kata Rasyid kepada wartawan di Jakarta Utara, Senin (25/10) dikutip dari Antara.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Jakarta Utara meminta maaf atas insiden dugaan keracunan makanan.

Ketua DPD PSI Jakarta Utara Darma Utama juga menjanjikan santunan pada korban dugaan keracunan. Korban merupakan warga Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara. Darma mengatakan, makanan siap saji itu bagian dari program "Rice Box PSI" yang sudah digelar sejak April 2021.

Dikabarkan bahwa puluhan warga RW 006, Kelurahan Koja, Jakarta Utara mengalami keracunan diduga karena menyantap nasi kotak berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua RW 06, Suratman menceritakan nasi kotak itu dibagikan pada Minggu (24/10). Ia menyebut ada sekitar 89 kotak makanan yang dibagikan.

"Selang beberapa jam setelah mengonsumsi, warga mulai merasakan mual-mual," kata Suratman saat dihubungi, Senin (25/10).

Suratman mengklaim tidak ada acara khusus yang digelar PSI untuk warga. Pembagian makanan diklaim spontan karena hubungan kedekatan. Ia mengatakan, dari sekitar 35 orang yang keracunan, tidak semuanya dirawat di rumah sakit.

"Ada yang berobat, ada yang menahan aja. Jadi yang di RS ada 24 orang. Untuk saat ini yang dirawat 5 orang, selebihnya udah diizinkan pulang," katanya.

Sejauh ini pihaknya sudah meminta pihak Puskesmas untuk mendata seluruh pasien yang mengalami keracunan. Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PSI terkait kejadian itu.




Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load