44 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi Disiapkan untuk Pesta Tahun Baru 2019

Senin , 26 November 2018 | 14:45
44 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi Disiapkan untuk Pesta Tahun Baru 2019
Sumber Foto detik.com
Barang bukti sabu dan pil ekstasi.

JAKARTA - Pesta malam pergantian Tahun Baru 2019 masih lama tetapi sebanyak 44 kilogram (kg) sabu dan 20 ribu butir ekstasi sudah disiapkan untuk itu. Beruntung rencana penyelundupan barang haram itu dapat digagalkan. 

Polisi mencegat aksi penyelundupan itu di Pelabuhan Rakyat, Cilegon, Banten. "Barang-barang yang kita amankan dan kita sita ini rencananya akan disebarkan pada saat perayaan pergantian tahun di wilayah Jakarta, Bogor, dan Surabaya," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Erick Frendriz, di kantornya, Jalan Letjen S Parman, Jakbar, Senin (26/11/2018).

Polisi menangkap lima orang ditangkap petugas yakni APP (30, HA (41), LS (36), DW (38), PR (34). Kelima pelaku ini punya peran berbeda yakni kurir, kapten kapal, dan pengemas paket sabu.

Para pelaku terkait dengan jaringan lapas yang terafiliasi dengan jaringan internasional China dan Taiwan. Sindikat ini biasa mengirim narkoba lewat Batam atau Medan yang selanjutnya dikirim via jalur darat ke Pulau Jawa.

Jalur Pelabuhan Rakyat mereka gunakan karena penyeberangan di Merak-Bakauheni yang dianggap tidak aman karena sering adanya pemeriksaan petugas di pintu masuk maupun di atas kapal penyeberangan. Sehingga sindikat ini sengaja mencari pelabuhan kecil untuk menghindari pengawasan petugas."Jaringan dari Taiwan, China, kemudian lewat ke Pulau Batam, Aceh, kemudian lanjut ke Lampung, sampai akhirnya kami melakukan penyergapan di Pelabuhan Rakyat di Bojonegara, Cilegon, Banten," Erick mengatakan.

Dia mengatakan ekstasi yang dikirimkan ini punya jenis yang terbaik. Sabu yang diselundupkan tersebut dikemas dalam bungkusan tulisan China yang masih dalam bentuk batu besar. Polisi masih memburu HT yang merupakan pengendali kurir tersangka HA dan APP. HT sudah beberapa kali masuk penjara antara lain kasus pencurian dengan kekerasan dan narkoba."HT merupakan seorang bandar besar yang menguasai daerah Bogor dan Jakarta," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load