DKI Genjot Vaksinasi Dosis Dua untuk Remaja

Kamis , 16 September 2021 | 14:18
DKI Genjot Vaksinasi Dosis Dua untuk Remaja
Sumber Foto Antara/Aprillio Akbar
Tenaga Kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pelajar di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (19/7/2021).

JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggenjot vaksinasi dosis satu dan dua khususnya bagi remaja usia 12-17 tahun guna mendorong kekebalan kelompok dan mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

“Kami akan melakukan penyisiran untuk mengejar capaian dosis satu dan dua bagi sasaran remaja,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Menurut dia, untuk mempercepat vaksinasi lengkap dua dosis, pihaknya menambahkan kuota vaksinasi dengan pendaftaran melalui aplikasi Jakarta Kini (JaKi) dosis dua minimal 250 orang per hari per kecamatan.

Selain itu, Puskesmas dan RSUD juga membuka pelayanan vaksinasi Covid-19 pada hari libur yakni Sabtu dan Minggu dengan pilihan jam bervariasi termasuk pelaksanaan pada sore dan malam hari.

Di DKI Jakarta terdapat ada 290 Puskesmas kelurahan dan 44 Puskesmas kecamatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI melalui laman corona.jakarta.go.id, per 16 September 2021 yang diakses pukul 13.30 WIB, realisasi vaksinasi dosis satu untuk remaja mencapai 671.535 orang dan dosis dua mencapai 514.646 orang.

Sementara itu, per Agustus 2021 jumlah warga berusia 12-17 tahun di DKI mencapai 795.612 orang yang menjadi sasaran vaksinasi.

Selain menyasar remaja, imbuh dia, DKI juga menggenjot vaksinasi untuk pendidik, tenaga kependidikan, masyarakat rentan yakni ibu hamil, ibu menyusui, penyandang disabilitas dan lainnya.“Kami juga akan terus memastikan cakupan dosis tiga untuk SDM kesehatan di wilayah dengan melakukan penyisiran pada semua fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan),” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Jakarta berjalan dengan baik.

Meski begitu, Riza meminta semua sekolah termasuk para guru, orang tua dan muridnya sendiri untuk patuh dan taat pada aturan dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan."Nanti dilihat ya, yang melanggar tentu diberi sanksi, tentu yang lain yang patuh dan disiplin tetap berjalan seperti biasanya," ucapnya.

Adapun jumlah sekolah yang menerapkan PTM terbatas di Jakarta mencapai 610 sekolah.(*)



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load