Polisi Bubarkan Kerumunan Pedagang di Jakarta Timur

Kamis , 16 September 2021 | 05:55
Polisi Bubarkan Kerumunan Pedagang di Jakarta Timur
Sumber Foto dok/Twitter TMC Polda Metro Jaya
Jajaran Polres Metro Jakarta Timur membubarkan kerumunan orang dan pedagang yang masih berjualan di sepanjang BKT Cipinang Indah Duren Sawit semalam.

JAKARTA - Petugas Polres Metro Jakarta Timur semalam membubarkan kerumunan masyarakat dan pedagang yang masih berjualan di sejumlah titik di wilayah tersebut.

Informasi dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, Kamis (16/9/2021) pagi, kegiatan itu merupakan pelaksanaan apel malam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Pembubaran kerumunan dilakukan, antara lain di Bali Mester Jatinegara dan sepanjang BKT Cipinang Indah Duren Sawit, Jakarta Timur

Jajaran Polres Metra Jakarta Timur bersama Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja menggelar kegiatan itu yang dilanjutkan dengan sosialisasi protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi, serta interaksi.

Antisipasi kerumunan juga dilakukan jajaran Polres Metro Jakarta Utara yang digelar di sekitar Danau Sunter, sekaligus mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tak lupa, jajaran Polres Metro Jakarta Utara berpatroli menyosialisasikan imbauan kepada masyarakat untuk menaati prokes 5M yang dianjurkan pemerintah untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur terbaru mengenai penerapan PPKM level 3. Keputusan Gubernur Bernomor 1096 Tahun 2021 itu berisi tentang aturan dan pelonggaran selama PPKM level 3 yang dimulai 14-20 September 2021.

Untuk sektor kuliner, seperti warung makan warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya dibatasi jam operasionalnya sampai dengan pukul 21.00 WIB. Jumlah pengunjung turut dibatasi, yakni maksimal pengunjung makan di tempat tiga orang dan waktu makan maksimal 60 menit dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.(*)



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load