Pabrik Sabu di Karawaci, Dua WN Iran Jadi Tersangka

Kamis , 09 September 2021 | 11:15
Pabrik Sabu di Karawaci, Dua WN Iran Jadi Tersangka
Sumber Foto dok/Suara.com/Jehan
Warga negara asal Iran terlibat pabrik sabu di Karawaci, Tangerang tengah digelandang petugas, Jumat (3/9/2021)

JAKARTA - Dua warga negara (WN) Iran ditetapkan sebagai tersangka kasus pabrik sabu-sabu di perumahan mewah di Karawaci, Tangerang. Kedua tersangka, BF dan FS, diketahui masuk ke Indonesia sejak 2019.

"Mereka berdua inilah yang melakukan kegiatan home industri sabu ini, dari mana bahan bakunya dia punya link ada di Turki, termasuk pengirimnya masih DPO (buron) kita sudah tahu identitas di Turki sana," kata Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (9/9/2021).

Ia mengatakan, barang baku sabu berbentuk gel yang mengandung metamfetamin itu sudah dikirim tiga kali ke Indonesia. Setiap bulannya, kedua tersangka ini mampu memproduksi sabu sekitar 10 hingga 15 kilogram. Barang haram ini lantas dipasarkan oleh tersangka di wilayah Jakarta.

Dalam penggerebekan di pabrik sabu itu, polisi turut menyita barang bukti sabu seberat 4,6 kilogram yang siap diedarkan ke masyarakat."Dia sudah bekerja sudah 1 tahun ini, 2019 masuk melihat situasi, tersangka BF memang suaka bolak-balik ke Iran, melihat situasi baru bermain dengan temannya di Turki," ucap Yusri seperti dilansir Cnnindonesia.com.

Ia menyebut pengiriman bahan baku sabu merupakan modus baru. Sebab, biasanya yang masuk ke Indonesia adalah sabu siap edar. Dalam kasus ini, kedua tersangka dijerat Pasal 113 dan atau Pasal 114 dan atau Pasal 112 jo Pasal 32 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika."Ancaman pidana paling tinggi penjara seumur hidup atau hukuman mati," katanya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek sebuah rumah mewah di komplek perumahan mewah di daerah Karawaci, Kota Tangerang, yang dijadikan sebagai lokasi pabrik narkoba pada Rabu (1/9/2021). Penggerebekan ini merupakan pengembangan pengungkapan kasus di Kalideres, Jakarta Barat.(*)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load