Wali Kota Bogor Bima Arya Dipanggil Jokowi Bahas Covid-19

Kamis , 22 Juli 2021 | 07:05
Wali Kota Bogor Bima Arya Dipanggil Jokowi Bahas Covid-19
Sumber Foto dok/BeritaSatu Photo/Ruth Semiono
Wali Kota Bogor Bima Arya

JAKARTA - Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku dipanggil Presiden Joko Widodo ke untuk menjelaskan mengenai perkembangan penanganan pandemi virus corona (Covid-19). Bima Arya diminta datang ke Istana Bogor pada Rabu (21/7/2021).

"Saya tadi sore dipanggil Bapak Presiden ke Istana Bogor. Bapak Presiden meminta update perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Bogor," kata Bima, Kamis (22/7/2021).

Bima mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi membicarakan seputar penanganan pandemi Covid-19 di Bogor. Dia menyampaikan laporan terkini serta langkah-langkah yang akan diambil berikutnya, baik dari hulu sampai ke hilir.

Menurut dia, Jokowi menyatakan bahwa langkah penanganan pandemi di Kota Bogor sudah sesuai dengan kehendak pemerintah pusat. Terutama mengenai pemberian bantuan terhadap masyarakat kecil.

Bima juga sempat mengajukan permintaan mengenai kebutuhan tenaga kesehatan, oksigen serta obat-obatan. Permintaan itu diajukan kepada Jokowi agar penanganan pasien Covid-19 di Bogor bisa diberikan lebih optimal."Saya lihat Pak Presiden ada rencana melakukan percepatan pengadaan oksigen dengan cara impor. Impor juga ternyata tidak mudah, karena harus bersaing dengan negara lain yang membutuhkan," katanya.

Bima juga menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor fokus mengawasi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Pemantauan dilakukan terus-menerus karena tak sedikit warga meninggal dunia saat isolasi mandiri.

"Ada puluhan warga yang menjalani isoman dan meninggal dunia. Saya sampaikan bahwa 85 persen warga isoman yang meninggal dunia itu belum divaksin. Data ini sekaligus mengkonfirmasi bahwa vaksin itu efektif," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Bima Arya melaporkan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat untuk 72.000 KK warga Kota Bogor yang terdaftar pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), serta untuk 77.500 KK warga Kota Bogor yang terdaftar pada Non-DTKS.(*)



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load