Polisi Tetapkan 17 Tersangka Tawuran di Pasar Manggis

Rabu , 21 Juli 2021 | 20:00
Polisi Tetapkan 17 Tersangka Tawuran di Pasar Manggis
Sumber Foto Antara/Sihol
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Adrianysah bersama jajarannya saat menyampaikan keterangan pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (21/7/2021).

JAKARTA - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan 17 tersangka terkait tawuran antarkelompok pemuda di Rukun Warga (RW)11 dan RW02 Pasar Manggis, Setiabudi.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Adrianysah menyebutkan dari 17 tersangka, empat orang di antaranya masih belum ditemukan dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

"Dari 15 orang tersebut, 13 orang ditetapkan jadi tersangka, dua orang masih dalam pendalaman. Kemudian ada empat tersangka lain sedang proses pengejaran, dan sudah ditetapkan jadi DPO," katanya di Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Azis mengatakan para tersangka merupakan warga setempat. Kendati demikian, tawuran tidak berkaitan dengan konflik antarwilayah setempat.

"Di lokasi kami mengamankan 15 orang pemuda. Memang orang tersebut tinggal di daerah itu tapi kejadian ini bukan mengatasnamakan daerah tersebut", ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa penyidik juga menyita beberapa barang bukti yang diduga digunakan tersangka saat kejadian.

"Kami menyita senjata tajam, molotov, pecahan botol dan beberapa batu. Ini semua ditemukan di lokasi sesaat setelah kejadian," katanya.

Azis juga berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dan situasi di lokasi terkendali. Dia menegaskan akan menindak kelompok-kelompok yang memanaskan situasi.

Dalam kesempatan yang sama Kapolsek Metro Setiabudi Komisaris Rinaldo Aser mengatakan kondisi di lokasi kejadian telah kondusif.

"Semalam telah terjadi kesepakatan antara tokoh dari dua RW untuń∑ saling menjaga keamanan di lingkungan kejadian," tuturnya.

Atas tindakan itu para tersangka disangkakan dengan Pasal 170 tentang pengeroyokan, Pasal 406 pengerusakan, dan Pasal 38 KUHP terkait tawuran.(*)



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load