Bima Arya: HRS Tolak Ungkap Hasil Swab di RS Ummi

Rabu , 14 April 2021 | 11:06
Bima Arya: HRS Tolak Ungkap Hasil Swab di RS Ummi
Sumber Foto Detik.com/Ilman
Saksi Sidang Kasus Swab Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).

JAKARTA - Wali Kota Bogor, Bima Arya menjadi saksi di sidang kasus swab palsu dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab (HRS), Habib Hanif Alatas dan Dirut RS Ummi Andi Tatat. Dalam kesaksiannya, Bima mengatakan Habib Rizieq mengirimkan surat kepadanya yang berisi enggan menyampaikan hasil swab PCR.

Mulanya, Bima menjelaskan dirinya mendapat informasi kalau Rizieq sedang mendapat perawatan di RS Ummi Bogor. Dia kemudian menghubungi Andi Tatat. Pada Kamis (26/11/2020) malam Bima mendatangi RS Ummi.

"Malam harinya saya mendatangi RS Ummi hubungi Andi Tatat dan direksi, kembali menyampaikan, satu hal kami pastikan tidak ada kerumunan dan menegaskan kondisi beliau Habib Rizieq disampaikan kodnisi sehat. Dan saya sampaikan kembali keinginan untuk perjelas kondisi habib melalui proses swab karena ada informasi yang kami dapatkan beliau melalui kontak erat dengan orang-orang yang dinyatakan positif antara lain Wali Kota Depok dan saya sampaikan kepada dokter Andi Tatat. Dan setuju untuk menyampaikan untuk dites PCR," kata Bima di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).

Namun, setelah waktu salat Jumat Bima mengaku mendapat informasi Habib Rizieq sudah dites PCR. Dia kemudian mengonfirmasi kepada Andi Tatat.

"Saya kontak, dokter Andi Tatat juga mengaku hal tersebut tanpa koordinasi dengan dokter Andi Tatat, dan saya meminta untuk Prokes dijaga. Dan saya tegur Andi Tatat bagaimana mungkin pimpinan rumah sakit tidak tahu kejadian di rumah sakitnya," katanya seperti dilaporkan detik.com.

Pada Jumat malam, Bima kemudian mendatangi RS Ummi bertemu dengan Andi Tatat dan Habib Hanif. Saat itu pihak keluarga menolak Habib Rizieq untuk dites swab.

"Kemudian malamnya, Jumat malam saya mendatangi ke sana (RS Ummi) bertemu dengan Habib Hanif dan juga dokter Andi Tatat, di sana disampaikan Habib menolak dilakukan swab. Saya bisa pahami kalau sudah diswab tidak apa-apa, sejauh ada kejelasan yang melakukan swab dan juga kami bisa mendapatkan laporan. Tidak harus kami laporkan ke publik, paling tidak kami mendapat laporan ini, kami dapat laporan sesuai dengan kewenangan saya yang setiap hari mendapat laporan dari rumah sakit," katanya.

Keesokan harinya, Habib Rizieq menulis surat kepadanya. Isi surat itu berisi tentang Habib Rizieq menolak menyampaikan hasil tes PCR.

"Kami tunggu hari Sabtu. Tapi yang saya terima surat Habib Rizieq kepada saya, tetapi disampaikan kepada terbuka. Surat tertulis yang tidak berkenaan untuk menyampaikan hasil swab PCR. Diketik, ditandatangani, saya mendapat fotocopy, ditujukan kepada wali kota," ia menambahkan.(*)



Sumber Berita:
KOMENTAR

End of content

No more pages to load