Polda Metro Dukung Rencana Penghapusan Tilang oleh Petugas

Jumat , 22 Januari 2021 | 19:31
Polda Metro Dukung Rencana Penghapusan Tilang oleh Petugas
Sumber Foto dok/Antara/Aditya Pradana Putra
Kamera pengawas atau

JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mendukung rencana Komjen Listyo Sigit Prabowo menghapus tilang oleh petugas dan mengedepankan sistem penegakan hukum lalu lintas dengan kamera tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE).

"Kami Ditlantas Polda Metro Jaya menyambut gembira dan siap mendukung kebijakan dari Pak Kapolri untuk meningkatkan, mengintensifkan ETLE atau penggunaan kamera untuk menindak pelanggaran lalu lintas," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jumat (22/1/2021).

Sambodo juga memuji rencana tersebut seraya mengatakan apabila rencana itu sudah diterapkan maka penerapan tilang secara elektronik akan sangat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas anggota Polri dalam menjalankan tugasnya.

"Dari segi transparansi ini luar biasa karena menghilangkan negosiasi dan sebagainya antara petugas dan masyarakat. Karena semua berjalan secara elektronik, tidak ada pertemuan antara petugas dan masyarakat tentu ini sangat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, Polri khususnya Polantas dalam melaksanakan tugasnya," ujarnya.

Terkait penghapusan tilang di lapangan oleh petugas, Sambodo mengatakan hal itu akan dilakukan secara bertahap sembari menunggu pemasangan kamera ETLE tambahan. "Secara bertahap, karena mudah-mudahan ke depan akan tambah banyak lagi," ia menambahkan.

Komjen Listyo Sigit Prabowo telah mengungkapkan rencana mengedepankan sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik atau ETLE."Ke depan saya berharap anggota lalu lintas turun di lapangan, mengatur lalu lintas, tidak perlu melakukan tilang. Kita harapkan menjadi ikon perubahan perilaku Polri,” kata Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam uji kelayakan calon Kapolri di Ruang Rapat Komisi III DPR di Jakarta, Rabu (20/1/2021).(*)



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load