Antisipasi Demo, Polisi Jaga Kedubes Prancis di Jakarta

Jumat , 30 Oktober 2020 | 15:33
Antisipasi Demo, Polisi Jaga Kedubes Prancis di Jakarta
Sumber Foto dok/Tribunnews
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto.

JAKARTA - Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis di Jakarta rencananya akan didemo sejumlah massa menyusul kecaman terhadap Presiden Prancis Emanuel Macron yang menghina Islam. Polisi pun melakukan penjagaan kantor Kedubes Prancis.

Pantauan detik.com, di depan Kantor Kedubes Prancis, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2020), sejumlah personel polisi telah berjaga. Tak hanya itu, kawat berduri hingga barrier beton pun dipasang.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes, Heru Novianto mengatakan Kedubes Prancis akan terus dijaga mulai hari ini hingga 2 November 2020 mendatang. Untuk diketahui, massa akan menggelar aksi di depan Kedubes Prancis pada 2 November.

Ia menjelaskan pemberitahuan akan adanya demo di depan Kedubes Prancis telah diterima Polda Metro Jaya. Demo akan digelar bukan hari ini, melainkan 2 November 2020.

"Jadi pemberitahuan ke Polda Metro Jaya aksi itu akan dilaksanakan tanggal 2, oleh karena itu kita mengimbau mereka untuk aksi melaksanakan tanggal 2," katanya.

Menurut Heru, sejatinya hari ini memang ada sejumlah orang yang hendak demo ke Kedubes Prancis. Namun, kata dia, mereka telah diimbau untuk pulang dan akan kembali pada 2 November.

"Setelah kami tanya beberapa orang itu, dia mendapat selebaran dari medsos. Medsos itu siapa, saya tanya juga dia nggak ngerti. Kami arahkan untuk. Karena pemberitahuannya tanggal 2 berarti aksi dilaksanakan tanggal 2," tutrnya.

Meskipun pemberitahuan demo digelar Senin mendatang, Heru memastikan kepolisian akan mengantisipasi demo-demo yang tak terdaftar. Menurutnya, mulai hari ini hingga 2 November polisi akan memperketat penjagaan di depan Kedubes Prancis.

"Namun demikian kami tetap antisipasi, kita menyiapkan keamanan di sini. Apabila ada aksi yang tidak terdaftar atau tidak melaporkan ke Polda kami akan antisipasi dan akan kita ladeni," ia menambahkan.(*)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load