Petugas Tes Cepat Covid-19 di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Selasa , 22 September 2020 | 19:26
Petugas Tes Cepat Covid-19 di Bandara Soetta Jadi Tersangka
Sumber Foto Antara/Insan Faizin Mubarak
Ilustrasi

JAKARTA - Pihak kepolisian telah menetapkan petugas tes cepat Covid-19 berinisial EFY sebagai tersangka dalam perkara dugaan pelecehan dan pemerasan terhadap wanita berinisial LHI di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

"Betul. Yang bersangkutan telah ditetapkan jadi tersangka," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Ahmad Alexander Yurikho saat dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Ia menyebut EFY belum ditahan pasca ditetapkan sebagai tersangka, dia juga belum menjelaskan lebih lanjut pasal yang dikenakan terhadap EFY

Sebelumnya, Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, pihak kepolisian saat ini tengah menyelidiki perkara tersebut dengan memeriksa sejumlah CCTV di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Upaya-upaya yang dilakukan Polres Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah bekerja sama dengan 'airport center' yang ada di Bandara Soetta untuk meminta CCTV yang ada," kata Yusri.

Selain memeriksa rekaman CCTV, pihak kepolisian juga sudah melakukan koordinasi dan meminta klarifikasi kepada pihak penyelenggara tes cepat Covid-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta."Juga sudah berkoordinasi dengan pelaksana tes cepat dalam hal ini PT Kimia Farma yang kemarin PT Kimia Farma penanggung jawabnya," ia menambahkan.

Kasus ini diketahui publik dan menjadi viral saat pengguna Twitter dengan akun @listongs mengaku menjadi korban pelecehan saat menjalani tes cepat di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Selain dilecehkan, LHI juga mengaku diperas oleh diduga oknum petugas tes cepat dan dimintai uang sebesar Rp1,4 juta. Korban kemudian menuliskan kejadian yang dialaminya dalam sebuah utas di media sosial. Utas tersebut kemudian menjadi ramai diperbincangkan publik hingga polisi akhirnya bergerak untuk mengklarifikasi kabar viral tersebut.(*)



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load