Rekonstruksi Mutilasi, Terungkap Tersangka Incar Harta Korban

Jumat , 18 September 2020 | 16:35
Rekonstruksi Mutilasi, Terungkap Tersangka Incar Harta Korban
Sumber Foto Detik.com/Yogi Ernes
Dua tersangka kasus mutilasi dihadirkan dalam rekonstruksi siang ini.

JAKARTA - Siang ini polisi menggelar rekonstrusi kasus mutilasi terhadap korban Rinaldi Harley Wismanu (32). Terungkap bahwa tersangka Laeli Atik Supriyatin alias LAS (27) ternyata sudah mengincar korban via aplikasi Tinder sebagai target untuk dirampok.

Hal itu tertuang dalam proses rekonstruksi yang digelar di Polda Metro Jaya yang merepresentasikan tempat perencanaan di Depok, Jawa Barat pada Jumat (18/9/2020). Tersangka Laeli yang sudah mengenal korban sejak setahunan memulai percakapan dengan korban via aplikasi Tinder pada Sabtu (5/9/2020).

"Adegan satu di rumah kosan pelaku daerah Depok, Sabtu 5 September 2020, pelaku LAS memulai percakapan dengan korban lewat Tinder. Lokasi kosan di Depok. Melakukan perencanaan mencari korban dan menemukan korban yang mereka tetapkan inisial R," kata Ajun Komisaris Noor Marghantara saat membacakan reka adegan.

Laeli kemudian mengajak korban untuk bertemu. Rinaldi Harley Wismanu dan Laeli Atik Supriyatin pun sepakat bertemu di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat."Lalu mereka janjian yang pertama di 'Kopi Kenangan Stasiun Juanda, antara saudari LAS dan korban R," ia menambahkan.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengungkap bahwa pembunuhan itu dilatarbelakangi motif ekonomi. Tersangka Laeli Atik Supriyatin (LAS) dan kekasihnya, Djumadil Al Fajri (DAF) berniat menguasai harta korban.

"Mereka mengetahui korban ini memiliki finansial dan sehingga kedua tersangka berencana menghabisi korban dan mengambil barang-barang dan uang korban. Motifnya adalah ingin menguasai harta milik korban," kata Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Kapolda mengatakan kedua tersangka menguras uang Rp 97 juta dari ATM korban. Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan dari kedua tersangka."Barang bukti ada 11 buah emas Antam kurang-lebih 11,5 gram dari berbagai jenis. Dua unit laptop, jam tangan, perhiasan dan ada beberapa kartu visa dari Bank Mandiri, BNI, BCA, dan lain-lain," tuturnya seperti dikutip detik.com.

Terpisah, Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan kedua tersangka menguras uang korban setelah mengetahui PIN ATM korban."Tersangka ini berupaya mengambil harta si korban dengan cara menggunakan ATM. Setelah dia ketahui PIN dari korban langsung karena memang rayuan dari Saudari LAS," ia menjelaskan.

Hasil kejahatan itu kemudian digunakan kedua tersangka untuk membeli barang-barang, di antaranya perhiasan emas dan motor."Emas, kemudian motor," ucap Yusri.

Kasus ini terkuak setelah polisi menerima laporan soal hilangnya korban sejak 9 September 2020. Tim Subdit Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Komisaris Handik Zusen, Ajun Komisaris Noor Marghantara dan Ajun Komisaris Mugia kemudian menangkap sejoli ini di Depok, Jawa Barat pada Rabu (16/9/2020).(*)



Sumber Berita:
KOMENTAR

End of content

No more pages to load