Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Kalibata Digelar Siang Ini

Jumat , 18 September 2020 | 12:38
Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Kalibata Digelar Siang Ini
Sumber Foto dok/Tribunnews/Herudin
Tersangka kasus mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

JAKARTA - Siang Ini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban Rinaldi Harley Wismanu. Mayat korban ditemukan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan hal itu di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/9/2020). Ia mengatakan, rekonstruksi ini nantinya bakal dimulai dari proses perencanaan pembunuhan hingga penangkapan kedua tersangka, yakni LAS dan DAF.

yusri

Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Dok/Antarafoto)

"Nanti ada perencanaan antara DAF dan L, lalu nanti ada TKP di salah satu apartemen di Pasar Baru pada saat korban dilakukan penganiayaan dan mengakibatkan matinya korban dan dimutilasi di situ," tuturnya.

Yusri menuturkan rekonstruksi juga akan dilakukan di Apartemen Kalibata City. Lokasi ini diketahui digunakan oleh kedua tersangka untuk menyimpan jasad korban sebelum nantinya dikuburkan.

Selanjutnya, rekonstruksi akan dilakukan di rumah kontrakan yang ada di wilayah Depok, Jawa Barat. Lokasi ini merupakan lokasi yang disiapkan oleh tersangka untuk mengubur jasad korban.

Di lokasi ini pula, kedua tersangka berhasil diringkus oleh aparat kepolisian."Para pelaku dan saksi-saksi akan memperagakan apa yang dituangkan pada berita acara," ucap Yusri.

Sebelumnya, tersangka LAS dan DAF melakukan aksi pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban Rinaldi Harley Wismanu. Aksi itu dilakukan tersangka di sebuah apartemen di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Setelahnya, jasad korban yang telah dimutilasi menjadi 11 bagian dimasukan ke dalam dua koper dan satu ransel.

Setelahnya, tersangka membawanya ke Apartemen Kalibata City menggunakan taksi online. Di lokasi itu, tersangka menyimpan jasad korban untuk sementara waktu sebelum nantinya dikuburkan.

Pembunuhan ini diketahui dilatarbelakangi keinginan tersangka untuk menguasi harta korban. Sebab, korban dianggap memiliki kemampuan finansial mumpuni. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP jo Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati.(*)



Sumber Berita: Cnnindonesia.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load