Kasus Corona Naik, Bogor Berlakukan Jam Malam

Sabtu , 29 Agustus 2020 | 07:20
Kasus Corona Naik, Bogor Berlakukan Jam Malam
Sumber Foto dok/ist
Wali Kota Bogor Bima Arya.

BOGOR - Mulai Sabtu (29/8/2020) ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas yang berlangsung hingga dua pekan mendatang. Salah satunya, dibuat aturan jam malam di mana warga tidak diperkenankan beraktivitas berkerumun di atas pukul 21.00 WIB.

Kebijakan ini diambil usai kasus positif virus corona (Covid-19) di wilayah itu melonjak dan Bogor ditetapkan menjadi zona merah."Karena itu fokus kita adalah, kami Forkopimda bersepakat, mulai besok kita akan terapkan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya dalam jumpa pers yang disiarkan YouTube Pemkot Bogor, Jumat (28/9/2020).

Ia menjelaskan pembatasan sosial berskala mikro adalah pembatasan aktivitas kegiatan masyarakat di RW zona merah, di wilayah ini, aparat mulai dari Polri, TNI dan ASN akan mengawasi ketat penerapan protokol kesehatan.

Berdasarkan data, dari 797 RW di Kota Bogor, ada 194 RW yang dinyatakan sebagai zona merah."Jadi tidak boleh ada kerumunan, mengadakan aktivitas, kecuali untuk keperluan medis, dan pangan. Jadi ini adalah skala mikro di RW. Kami sudah data RW merah di mana saja," ia menjelaskan.

Sementara pembatasan sosial berskala komunitas, kata dia, dimaksudkan untuk wilayah yang tidak terjangkau oleh RT/RW, seperti pusat perbelanjaan, mal, pabrik, kantor dan lain-lainnya."Dan kami akan libatkan komunitas ini untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap protokol kesehatan," katanya.

Selain itu, ia mengatakan, Pemkot Bogor juga bersepakat untuk membatasi jam operasional semua kegiatan di Kota Bogor, mulai dari mal, cafe, restoran hingga rumah makan."Diminta untuk tidak buka setelah jam 6 sore setiap hari. Buka bisa dimajukan, tapi selesai jam 6 sore. Dan diberlakukan jam malam di atas jam 9 malam tidak ada lagi aktivitas berkerumun, jualan dan sebagainya," ucapnya.

Pemkot Bogor, kata dia, juga akan menutup fasilitas publik milik pemerintah seperti taman, serta menerapkan peraturan walikota (Perwali) yang bisa langsung menerapkan sanksi dengan cepat, bagi warga yang melanggar protokol kesehatan.

"Kami juga akan memperkuat unit lacak dan pantau di wilayah untuk melacak kasus positif di Kota Bogor. Kami juga minta warga berikan aduan dan saran apabila menemukan pelanggaran protokol kesehatan, lapor ke aplikasi si Badra dan akan direspon secara cepat," ia menambahkan.(*)



Sumber Berita: Cnnindonesia.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load