“Ke Jakarta Aku ‘Kan Kembali”

Minggu , 17 Juni 2018 | 20:45
“Ke Jakarta Aku ‘Kan Kembali”
Sumber Foto poskotanews.com
Arus balik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.

JAKARTA - "Ke Jakarta aku 'kan kembali, walaupun apa yang kan terjadi ...." Sepenggal lirik lagu Koes Plus, grup musik tempo doeloe yang populer pada era 1970-an, berjudul "Kembali ke Jakarta" ini boleh jadi menginspirasi perjuangan para pemudik untuk kembali ke Ibu Kota setelah menghabiskan liburan Lebaran di kampung halaman mereka.

Betapa tidak, perjuangan balik ke Jakarta tentu akan lebih berat daripada ketika mudik ke kampung halaman. Saat mudik, rasa kangen kampung halaman, menjadi "vitamin" pemicu semangat sehingga rasa lelah, capai, dan jenuh setelah melakukan perjalanan jauh diselingi kemacetan berjam-jam, dapat langsung sirna setelah bertemu sanak keluarga untuk berlebaran.

Sebaliknya, ketika kembali ke Jakarta, dengan kondisi ketahanan fisik yang telah terkuras dan isi dompet terbatas, menjadi tantangan tersendiri sebagai beban psikologis yang harus diatasi. Ditambah lagi sesampainya di Ibu Kota, pekerjaan rutin telah menanti, bahkan bisa jadi menumpuk setelah ditinggal pergi berhari-hari.

Oleh karena itu, untuk meringankan perjuangan kembali ke Jakarta, para pemudik harus cerdas memilih hari yang tepat agar tidak terjebak kemacetan.

Berdasarkan pengalaman, pada lonjakan arus mudik yang terjadi di H-6 dan H-3 Lebaran 2018, memberikan indikasi bahwa lonjakan arus balik juga akan terjadi dalam dua gelombang yang perlu diantisipasi.

Perkiraan puncak arus balik dalam dua gelombang keberangkatan didasarkan pada perbedaan waktu libur pegawai swasta dan aparatur sipil negara, serta libur anak sekolah, seperti terlihat dalam dua gelombang puncak arus mudik pada 6 hari menjelang Lebaran dan 3 hari menjelang Lebaran.

Pemerintah telah menetapkan cuti bersama Lebaran 2018 untuk aparatur sipil negara sebanyak 7 hari kerja, yaitu pada tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni. Mereka akan mulai masuk kerja pada tanggal 21 Juni. Sementara itu, sebagian besar perusahaan swasta menetapkan cuti bersama selama 4 hari kerja, yaitu pada tanggal 13, 14, 18, dan 19 Juni. Mereka mulai bekerja kembali pada tanggal 20 Juni.

Liburan anak sekolah lebih lama lagi, umumnya mereka baru masuk sekolah sekitar pertengahan Juli.

Puncak Arus Balik

Puncak pada H+4 Perseoran Terbatas Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) memprediksi peningkatan kendaraan arus balik terjadi pada 4 hari setelah Lebaran 2018.

"Satu hari setelah Lebaran, arus balik mulai terlihat di beberapa titik. Ini sudah diprediksikan sebelumnya. Namun, untuk peningkatan kendaraan arus balik akan terjadi pada 4 hari setelah Lebaran," kata General Manajer Operasional PT LMS Suyitno di Cirebon, Minggu (17/6/2018).

Menurut dia, kendaraan arus balik pada Lebaran 2018 akan meningkat sebesar 15 persen dari data tahun lalu. Untuk mengantisipasi terjadi lonjakan kendaraan, LMS akan melakukan rekayasa sebagaimana arus mudik.

Pihaknya juga akan membagikan peta dan buku kuliner agar pengendara terpapar informasi yang lengkap sebagai alternatif jalur yang bisa ditempuh di luar tol.

Selain itu, dalam jam-jam tertentu, pihaknya akan melakukan kegiatan "contraflow" atau "one way" yang bertujuan mengurangi kepadatan jalur di beberapa titik.

Sementara itu, kebijakan lawan arus atau "contraflow" bagi kendaraan bermotor yang melintas di Tol Cikampek, Jawa Barat, dari arah Jakarta-Cikampek telah dihentikan sejak Sabtu (16/6/2018) sore."Sudah disetop sejak Sabtu sore karena kepadatan sudah terurai," kata Juru Bicara PT Jasa Marga Herald Galingga.

Namun, kata Herald, tidak tertutup kemungkinan kebijakan lawan arus akan diberlakukan lagi tergantung pada situasi lalu lintas di Tol Cikampek.

Kebijakan lawan arus di Tol Cikampek diberlakukan sejak H-1 Lebaran 2018 atau Kamis (14/6/2018) secara periodik pada jam-jam padat, antara lain, mulai pukul 09.00 WIB dan 16.00 WIB. Lawan arus juga diberlakukan pada hari Sabtu (16/6/2018) atau sehari setelah Lebaran (H 2) mulai di Kilometer 12 Jakarta-Cikampek.

Sebelumnya, pada hari-H Idulfitri 1439 Hijriah, Jumat (15/6/2018), Menteri Perhubungan Budi Karya Soemadi mengimbau para pemudik yang akan kembali ke Jakarta dan sekitarnya untuk menghindari puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada tanggal 18, 19, dan 20 Juni 2018.

Ia memperkirakan puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada tanggal 19 hingga 20 Juni 2018. Untuk mempersiapkan lonjakan arus balik, Budi mengatakan bahwa Pemerintah akan menambah tempat istirahat untuk pemudik terutama di tol.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memperkirakan arus balik terjadi pada tanggal 18 sampai dengan 20 Juni 2018 dan 22 s.d. 24 Juni 2018.

Ketua Dewan Pakar Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit memprediksi gelombang pertama arus balik akan terjadi pada tanggal 17, 18, dan 19 Juni 2018 dan gelombang kedua pada tanggal 23 dan 24 Juni 2018. Untuk menghindari terjebak dalam kemacetan parah, para pemudik bisa memilih balik lebih awal atau setelah puncak arus balik terjadi.

Kemungkinan masyarakat yang mudik lebih awal akan kembali lebih dahulu. Begitu pula, yang mudik belakangan akan kembali belakangan, sesuai dengan periode liburan atau cuti bersama mereka.

Hindari Pulang Bersamaan

Bahkan, Kapolri  Jenderal Tito Karnavian mengimbau masyarakat menghindari pulang ke kota asal pada tanggal 19 dan 20 Juni 2018. Hal itu untuk menghindari kepadatan pada puncak arus balik Lebaran.

"Masyarakat tolong jangan paksakan kembali pada tanggal 19 dan 20 Juni. Ada alternatif tanggal 17 dan 18 Juni karena liburannya cukup panjang," ujar Tito seusai Salat Id di halaman Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/6/2018).

Meski demikian, menurut dia, Polri sudah membuat beberapa antisipasi kemacetan arus balik di sejumlah pintu tol. Mulai dari Pintu Tol Manyaran, Jawa Tengah, Cipali, hingga ke Tol Cikarang Utama menuju Jakarta.

Pemantauan arus balik juga dilakukan mulai dari Sumatera Selatan menuju Banten dan Jakarta. "Saya ingatkan teman-teman di Polda Lampung, di Bakauheni dan Merak, Banten, betul-betul konsentrasi antisipasi kembalinya masyarakat ke Jakarta," Tito mengharapkan.(apep suhendar/ant)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load