Anies: Tong Sampah Jerman Bukan Hanya di Jakarta Lho!

Selasa , 05 Juni 2018 | 14:25
Anies: Tong Sampah Jerman Bukan Hanya di Jakarta Lho!
Sumber Foto wartakota
Tong sampah buatan Jerman.

JAKARTA – Polemik tong sampah buatan Jerman terus bergulir. Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, tong sampah itu bukan hanya digunakan di Jakarta, tapi juga di kota-kota besar lain seperti Surabaya, Medan hingga Bandung.

"Apakah Jakarta kota satu-satunya? Tidak. Surabaya sudah mulai menggunakan ini mulai tahun 2013, kemudian daerah lain yang menggunakan ada, Probolinggo, Bandung, Medan, Palembang, Malang, ini banyak daftarnya. Jadi itu semua adalah barang yang ada di e-katalog yang disiapkan oleh LKPP dan tahun 2017 Pemprov DKI membeli barang-barang itu," kata Anies di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Anies menyebutkan, pengadaan tong sampah ini dianggarkan pada tahun 2016. Pengadaan dilakukan setelah Pemprov DKI lebih dulu menganggarkan pembelian truk sampah tahun 2015.

"Asal mulanya karena pemprov DKI menganggarkan pada 2015 untuk 2016 pembelian truk sampah, istilahnya truk compactor. Kemudian di tahun 2016 dianggarkan untuk pembelian tempat sampahnya yang compatible dengan truk compactor itu," ujarnya seperti dilansir detik.com.

"Jadi awalnya adalah truknya dulu, sesudah truk kemudian tempat sampahnya dan tempat sampahnya diadakan pada tahun 2017," katanya.

Pemilihan tong sampah buatan Jerman, kata Anies, mengikuti ketersediaan item yang ada di e-katalog LKPP, bukan melalui tender."Dan ini bukan ada di tahun 2018, ini sudah ada sejak tahun lalu dan Jakarta bukan satu-satunya," Anies menegaskan.

Tong sampah buatan Jerman ini tidak bisa dilepas dari truk compactor. Sebab, sebelum diangkut petugas, tong sampah harus disambungkan dulu ke bagian truk sampah."Sebenarnya sederhananya gini, karena truknya truk compactor, artinya barang (sampah) dimasukkan dan dipress di situ sehingga saat menggunakan alat ini maka petugas akan membawa ke depan truknya lalu diangkat masuk ke dalam truk lalu dipadatkan, jadi itu yang menjadi unik di sini," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load