Polda Metro Jaya Siap Karantina Wilayah Jakarta

Senin , 30 Maret 2020 | 16:35
Polda Metro Jaya Siap Karantina Wilayah Jakarta
Sumber Foto dok/antarafoto
Ilustrasi pembatasan arus lalu lintas di Jakarta.

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan sudah siap menerapkan skema keamanan khusus jika pemerintah memutuskan untuk menerapkan karantina wilayah atau "lockdown" di DKI Jakarta terkait pandemi corona. Skema sudah dibuat hanya tinggal diterapkan.

"Polisi sudah siap. Apa dan siapa berbuat apa. Masing-masing polres apa yang harus dia lakukan, di bawah kendali polda, ini lah yang akan kita lakukan dalam simulasi ini," kata Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/3/2020).

Ia menjelaskan bahwa rencana skema keamanan itu dibuat sebagai bukti bahwa Polda Metro Jaya selalu mengamati perkembangan situasi di tengah pandemi corona. Terutama mengenai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Karenanya, kata Yusri, simulasi pengamanan mulai dari kecil, sedang, hingga berat mesti dilakukan sebagai bagian dari upaya persiapan."Intinya polisi enggak mau underestimate ya. Polisi harus siap apa pun yang terjadi sampai yang terberat, berdasarkan kebijakan pemerintah," katanya seperti dilansir cnnindonesia.com.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menerbitkan surat telegram nomor STR/414/III/OPS.2./2020. Dia memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk membuat rencana pengamanan terkait penutupan jalan keluar-masuk Jakarta di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Setelah itu, beredar skema pengamanan di sejumlah ruas jalan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Itu akan diterapkan jika pemerintah memutuskan untuk menerapkan karantina wilayah di DKI Jakarta.

Dalam skema tersebut, ada pengalihan arus di sejumlah ruas. Tidak semua jalan menuju wilayah DKI Jakarta bisa diakses.

Namun, pembatasan akses ke wilayah DKI Jakarta belum akan diterapkan. Semuanya masih menunggu kebijakan pemerintah. Skema tersebut pun sebatas dilakukan di ruang kerja.(*)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load