73 WNA Bertahan Isolasi Diri di Masjid Jami Kebon Jeruk

Senin , 30 Maret 2020 | 11:52
73 WNA Bertahan Isolasi Diri di Masjid Jami Kebon Jeruk
Sumber Foto antarafoto
Petugas berjaga di depan Masjid Jami Kebon Jeruk Jakarta Barat, Minggu (29/3/2020).

JAKARTA - Sekitar 80 orang masih memilih mengisolasi diri di Masjid Jami Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dari sekitar 80 orang itu, sebanyak 73 orang merupakan warga negara asing (WNA).

Sebelumnya, ratusan warga menjalani karantina di masjid tersebut, karena tiga jamaah dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

"Sekarang sisa dari yang kemarin kita bawa (dievakuasi ke RS Darurat Corona di Wisma Atlet), masih ada sisa sekitar 80 orang, nunggu 14 hari," kata Camat Tamansari Risan Mustar ketika dihubungi cnnindonesia.com, Senin (30/3/2020).

Risan membantah kabar yang menyebut ke-80 jamaah itu menolak dievakuasi ke RS Darurat Corona di Wisma Atlet. Ia mengatakan, mereka dinyatakan negatif terinfeksi corona dan lebih memilih karantina di masjid.

Mereka, kata Risan, juga dilarang keluar masuk masjid. Di sisi lain, pihak kecamatan juga memastikan kebutuhan pangan mereka terpenuhi selama masa karantina hingga 14 hari ke depan."Kita juga periksa kesehatan mereka semua, takutnya sakit. WNA kan rentan sekali," ia menjelaskan.

Risan menjelaskan, ke-73 WNA yang masih ikut karantina itu berasal dari berbagai negara, di antaranya Pakistan, Malaysia, dan Thailand.

Sementara itu, lima WNA asal Palestina kata dia sudah dipulangkan ke negara asalnya berkat bantuan pihak Kedutaan Besar Palestina di Indonesia."Lima orang udah pulang melalui penerbangan KLM Belanda. Itu mereka sudah berapa kali tiketnya gagal, akhirnya diurusin sama kedutaannya kemarin," ujarnya.

Berdasarkan data dari laman corona.jakarta.go.id, hingga Senin (30/3/2020), jumlah kasus positif corona di Jakarta mencapai 701 kasus. Dari angka itu sebanyak 435 pasien mendapatkan perawatan dan 48 orang dinyatakan telah sembuh. Kemudian 67 orang tercatat meninggal dunia dan sebanyak 151 orang melakukan isolasi mandiri.(*)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load