Kerusuhan di Mako Brimob, 6 Kantong Jenazah di RS Polri

Rabu , 09 Mei 2018 | 14:20
Kerusuhan di Mako Brimob, 6 Kantong Jenazah di RS Polri
Sumber Foto Dok/Ist
Salah satu kantong jenazah di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

JAKARTA – Hingga saat ini belum ada penjelasan secara detail mengenai kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Terpisah, Wapres Jusuf Kalla di Jakarta menegaskan, pihaknya akan segera mengevaluasi Polri.

Dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur hingga Rabu (9/5/2018) sudah enam kantong jenazah dibawa ke sana.

Pengamatan enam kantong jenazah dan enam peti dibawa ke di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu siang sekitar pukul 12.30 WIB. Namun belum diketahui jenazah siapa dalam kantong kuning tersebut. Pihak kepolisian belum mau memberikan penjelasan.

Demikian pula soal kabar adanya anggota polisi yang disandera, pihak kepolisian hanya menuturkan sampai saat ini masih dilakukan negosiasi."Kita belum bisa sampaikan itu bahwa sekarang masih proses negosiasi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen M. Iqbal ketika ditanya tentang ada-tidaknya anggota kepolisian yang disandera di Mako Brimob.

Selebihnya belum ada penjelasan detail peristiwa kerusuhan yang terjadi sejak Selasa (8/5/2018) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Kronologis Versi IPW

Namun, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengaku mendapat informasi A1 soal kejadian itu. Katanya, napi teroris merusuh dan menyandera sejumlah anggota Polri di Rutan Mako Brimob. Para napi juga dilaporkan berhasil merebut senjata api milik anggota Polri.

"Para napi juga berhasil merampas senjata polisi dan menyandera empat anggota polisi yang satu di antaranya wanita berpangkat iptu. Informasi yang saya terima ada tujuh senjata api laras panjang yang direbut oleh para napi," katanya seperti dilansir detik.com.

Neta menyebutkan,  kerusuhan terjadi sejak Selasa (8/5/2018) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Situasi tidak cepat dikendalikan sehingga kerusuhan semakin memanas."Polri tidak dengan cepat mengatasi situasi tersebut sejak Selasa (8/5/2018) sore, akibatnya, pada pukul 21.00 napi teroris berhasil menjebol teralis tahanan," katanya.

Ia juga menyebutkan ada 4 anggota Polri yang disandera. Salah satunya adalah seorang Polwan."Para napi juga berhasil merampas senjata polisi dan menyandera empat anggota polisi yang satu di antaranya wanita berpangkat iptu. Dalam kekacauan itu terjadi aksi tembak menembak antara polisi dengan napi yang menguasai rutan. Pukul 06.00 sejumlah ambulance tiba di rutan dan terlihat sejumlah orang dibawa dengan ambulan. Pukul 09.30 mobil DVI terlihat masuk ke rutan Brimob," ujarnya.(nm)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load