• Selasa, 31 Januari 2023

Tersangka Pembakaran Orang di Penjaringan Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana dengan Ancaman Hukuman Mati

- Senin, 9 Januari 2023 | 13:57 WIB
Tersangka pembakar orang di bantaran Kali Angke, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, berinisial MR (43) berjalan dikawal sejumlah petugas Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara.(Antara/Abdu Faisal)
Tersangka pembakar orang di bantaran Kali Angke, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, berinisial MR (43) berjalan dikawal sejumlah petugas Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara.(Antara/Abdu Faisal)


SINAR HARAPAM - Polsek Metro Penjaringan menjerat MR (43), tersangka pembakaran dua orang di bantaran Kali Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, dengan Pasal 340 KUHP tentang dugaan pembunuhan berencana dan ancaman hukuman seumur hidup atau mati.

"Ada jeda waktu untuk dia (tersangka MR) merencanakan. Di jeda waktu itu dia membeli bensin lalu kemudian membakar," kata Kepala Polsek Metro Penjaringan Komisaris M Probandono Bobby Danuari saat konferensi pers di Mapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, Senin 9 Januari 2023.

Polisi mengemukakan, adanya jeda tersebut maka tindakan MR tidak spontan. "​​​​Artinya di sini bukan tindakan spontan. Jadi dia sudah merencanakan, makanya kami kenakan pasal pembunuhan berencana," katanya.

Baca Juga: Polisi Dalami Unsur Terencana dalam Kasus Pembakaran Orang di Penjaringan Jakarta Utara

Berawal dari jeda saat tersangka yang pada saat itu sedang menaiki atau sedang menjadi kenek angkutan umum lalu melihat kedua korban. Saat itu istri sirinya DW (39) sedang duduk bersama SB (40).

Lalu timbul niat jahat untuk membunuh korbannya. MR pun memberhentikan angkutan umum yang dia naiki lalu membeli bensin sebanyak Rp5.000 di dalam plastik.

Setelah sampai di TKP, tersangka langsung melemparkan plastik tersebut ke korban SB (40) karena cemburu.

Baca Juga: Polisi Tangkap Tersangka Kasus Pembakaran Orang di Penjaringan Jakarta Utara, Pelaku Mantan Suami

Lalu siraman bensin itu disulut dengan menggunakan korek api warna hijau. Api itu mengenai DW hingga DW mengalami luka bakar 60 persen.

DW selamat karena turut dibantu adiknya menceburkan diri ke Kali Fajar Angke di kawasan Pejagalan, Penjaringan. Sedangkan SB meninggal dunia setelah ikut menceburkan dirinya sendiri ke kali yang sama dengan DW.

Berdasarkan data hasil otopsi, kata Kapolsektro Kompol Bobby Danuari, SB meninggal dunia karena diduga tenggelam bukan karena luka bakar yang diderita.

Baca Juga: Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi Menuntut Mardani H Maming 10 Tahun Enam Bulan Penjara dan Denda Rp700 Juta

Sebab, kata Bobby, korban masih bergerak sedikit ketika diangkat dari dalam area Kali Angke tersebut.

Besar kemungkinan korban meninggal karena tenggelam. Namun, luka bakar SB 50-60 persen juga mengakibatkan kematian.

"Hasil otopsi sementara juga diduga korban meninggal karena tenggelam, karena ada pembengkakan di paru-paru yang berisi air," kata Bobby.

Baca Juga: Polisi Tangkap Empat Orang Anggota Gerombolan Bermotor yang Melukai Dua Mahasiswa Unisba

Adapun motifnya, diduga karena korban SB dan tersangka MR berselisih paham akibat persaingan memperebutkan DW.

"Lalu barang bukti bisa bersama dilihat, ini adalah plastik dan korek api yang digunakan tersangka MR," kata Bobby.

"Dan tersangka MR ini kami akan jerat dengan pasal 340 KUHP dan pasal 338 dan atau pasal 351 ayat 2 dan ayat 3 tentang pembunuhan berencana dan atau pembunuhan dan penganiayaan menyebabkan korban luka berat dan meninggal dunia dengan ancaman pidana hukuman mati atau seumur hidup," ia menambahkan.***
 

Editor: Norman Meoko

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

X