• Senin, 28 November 2022

Waduk Brigif dan Lebak Bulus Didesain Tampung Kali Salak dan Grogol

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:28 WIB
Seorang wartawan memotret suasana waduk pada pembukaan Ruang Limpah Sungai Brigif Atas di Jagakarsa, Jakarta, Kamis (6/10/2022).(Antara/Indrianto Eko Suwarso)
Seorang wartawan memotret suasana waduk pada pembukaan Ruang Limpah Sungai Brigif Atas di Jagakarsa, Jakarta, Kamis (6/10/2022).(Antara/Indrianto Eko Suwarso)


SINAR HARAPAN - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menjelaskan waduk Brigif dan Lebak Bulus didesain  agar mampu menahan luapan dari  Kali Salak dan Kali Grogol penyebab banjir di sejumlah kawasan setiap kali hujan deras.

"Kami melakukan pendekatan menangkap air hujan di daerah hulu, di daerah bantaran sungai untuk sementara di tahan, menunggu kondusif baru kami alirkan kembali," kata Kepala Dinas SDA DKI Yusmada Faizal di Waduk Brigif, Jakarta, Kamis 6 Oktober 2022.

Ia menjelaskan Waduk Brigif memiliki luas total 10 hektare yakni 3,3 hektare di bagian atas dan 6,7 hektare di bagian bawah.

Baca Juga: Anies: Penampungan Limpahan Sungai Brigif Rujuk Singapura dan Belanda

Brigif bagian atas, kata dia, memiliki daya tampung air 104 ribu meter kubik dan di bagian bawah memiliki daya tampung air sungai sekitar 152 ribu meter kubik.

Adapun aliran Kali Salak mengalir dari arah Depok kemudian Tanah Baru dan melewati Waduk Brigif.

Di waduk itu juga dilengkapi dengan jalur untuk inspeksi sepanjang 2,2 kilometer yang juga dapat dimanfaatkan bagi warga sebagai lintasan lari dan bersepeda.

Baca Juga: Sempat Dicoret DPRD, Anies Kembali Masukkan Sumur Resapan Pengendali Banjir ke RDTR

Sedangkan Waduk Lebak Bulus, lanjut dia, diharapkan mampu menampung luapan air Kali Grogol saat volume debit air meninggi akibat curah hujan tinggi.

Waduk Lebak Bulus memiliki kapasitas tampung 44 ribu meter kubik air sungai.

Selain di dua waduk di Jakarta Selatan itu, Waduk Pondok Ranggon di Jakarta Timur juga memiliki daya tampung lebih besar mencapai sekitar 890 ribu meter kubik pada lahan seluas 17,6 hektare.

Baca Juga: Anies Sebut Sumur Resapan Upaya Atasi Banjir di Lokasi Cekung

Ia menambahkan tanggul-tanggul waduk tersebut diperkuat dengan menanam rumput vetiver sebagai salah satu bagian program naturalisasi atau pembangunan berbasis alam.

Selain itu, di sekitar waduk Brigif juga ditanam pohon dan ditebar benih ikan untuk menghidupkan ekosistem.

Saat ini, Dinas SDA DKI mencatat secara keseluruhan pembangunan waduk tersebut sudah mencapai 70 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2022.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Berawan Pagi Ini

Sabtu, 26 November 2022 | 05:03 WIB

Ruang Badan Intel Mabes Polri dilaporkan terbakar

Kamis, 24 November 2022 | 23:16 WIB

BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Berawan Pagi Ini

Selasa, 22 November 2022 | 05:05 WIB

BMKG Sebut Sepanjang Hari Ini Jakarta Cerah Berawan

Senin, 21 November 2022 | 05:20 WIB
X