• Senin, 28 November 2022

Anies: Penampungan Limpahan Sungai Brigif Rujuk Singapura dan Belanda

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan di Waduk Brigif, Jakarta, Kamis (6/10/22).(Antara/Luthfia Miranda Putri))
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan di Waduk Brigif, Jakarta, Kamis (6/10/22).(Antara/Luthfia Miranda Putri))


SINAR HARAPAN - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pembangunan ruang penampungan limpahan Sungai Brigif merujuk konsep Sungai Kallang di Singapura serta sungai Meuse dan Waal di Belanda.

"Kita merujuk kepada dua tempat itu dalam membangun ruang limpahan sungai Brigif. Pertama proyek Kallang River di Singapura, lalu di Belanda sungai Meuse dan Waal," kata Anies saat ditemui di Waduk Brigif Jagakarsa, Jakarta, Kamis 6 Oktober 2022.

Anies menjelaskan sungai berbasis alam (nature based solution) ini merupakan program naturalisasi yang mana menggunakan konsep kembali ke alam sebelum kawasan ini terjamah pembangunan.

Adapun ide solusi berbasis alam ini bisa mengurangi emisi gas karbon sampai dengan 39 persen dari pembangunan di DKI Jakarta yang selama ini ikut berkontribusi mencemarkan lingkungan, kata dia.

Menurut Anies, ruang limpahan sungai Brigif ini disiapkan untuk menampung debit air dari hulu guna mengurangi beban ke kawasan hilir.

Selain konsep berbasis alam, Anies juga merujuk kepada konsep pengendalian air program room for the river seperti di sungai Meuse dan Waal Belanda yakni menjadikannya sebagai ruang penampungan air.

Ruang limpahan sungai tak hanya di Brigif saja, konsep serupa ini nanti akan diteruskan di Lebak Bulus Jakarta Selatan dan Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

"Tiga ini jangan jadi yang terakhir, ini adalah tiga pertama untuk seluruh wilayah Jakarta. Mudah-mudahan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) juga bisa memanfaatkan pendekatan ini untuk tempat-tempat lain," tutupnya.

Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng mengaku senang menyaksikan salah satu inovasi di DKI Jakarta yang bisa mendunia.

"Saya sebelumnya mengatakan bahwa tantangan masa depan adalah menyatukan dua negara. Karena kita memiliki kesamaan pendekatan, untuk setiap solusi yang kita butuhkan," kata Kwok Fook Seng.

Ruang atau waduk Brigif dibangun di atas lahan seluas 10,05 hektare  yang diperkirakan mampu menampung volume air lebih besar yakni sekitar 380 ribu meter kubik (m3).

Waduk yang berada di Kelurahan Cipedak Kecamatan Jagakarsa itu berfungsi untuk mengendalikan banjir di wilayah Jakarta Selatan terutama di kawasan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Krukut.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Berawan Pagi Ini

Sabtu, 26 November 2022 | 05:03 WIB

Ruang Badan Intel Mabes Polri dilaporkan terbakar

Kamis, 24 November 2022 | 23:16 WIB

BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Berawan Pagi Ini

Selasa, 22 November 2022 | 05:05 WIB

BMKG Sebut Sepanjang Hari Ini Jakarta Cerah Berawan

Senin, 21 November 2022 | 05:20 WIB
X