• Senin, 5 Desember 2022

Revitalisasi TIM Diresmikan, Seluruh Biaya Aktivitas Seni Disubsidi Pemprov Jakarta

- Selasa, 27 September 2022 | 04:44 WIB
Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board/JXB) Novita Dewi memberikan penjelasan mengenai Pengalaman Jalan Jakarta (Jakarta Street Experience/JSX) pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2022). ANTARA/Ricky Prayog
Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board/JXB) Novita Dewi memberikan penjelasan mengenai Pengalaman Jalan Jakarta (Jakarta Street Experience/JSX) pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2022). ANTARA/Ricky Prayog

SINAR HARAPAN--Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membiayai aktivitas seni dan budaya di Taman Ismail Marzuki (TIM) melalui skema subsidi dengan anggaran mencapai Rp28 miliar hingga akhir 2022.

"Sehingga para seniman bisa memikirkan karya seninya, adapun negara hadir dalam memberikan subsidi untuk pembiayaannya," kata Gubernur DKI Anies Baswedan setelah hadir dalam dialog publik Pusat Kesenian Jakarta, TIM di Jakarta Pusat, Senin.

Untuk menjaga kualitas, kata dia, nantinya enam orang dewan penasehat di Dewan Kesenian Jakarta akan melakukan kurasi bagi seniman atau masyarakat yang mengembangkan seni budaya apabila berencana tampil di TIM.

Anies menambahkan pemberian subsidi khusus itu hanya bagi masyarakat atau seniman yang tampil di TIM.

Sedangkan, bagi masyarakat atau seniman yang memerlukan dukungan di berbagai wilayah di DKI, lanjut dia, pengajuannya melalui Dinas Kebudayaan DKI.

"Yang di TIM beda lagi karena di TIM itu dikelola langsung untuk subsidi khusus, aktivitas langsung di dalam TIM," ucapnya.

TIM, lanjut Anies, dikelola oleh unit khusus atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang khusus mengelola kebudayaan dan terpisah dari praktik komersial, meski berada di bawah naungan BUMD DKI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Dengan dikelola oleh unit khusus kebudayaan tanpa komersialisasi, maka pihaknya tidak mencari keuntungan.

Adapun total biaya revitalisasi TIM yang dilakukan sejak 2019 itu dialokasikan dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp1,4 triliun.

"Kami investasi Rp1,4 triliun tapi kami tidak kemudian mencari pendapatan untuk menutup investasi Rp1,4 triliun semata-mata. Jadi bukan begitu, karena ini kami mencari manfaatnya," imbuh Anies.

Ia menyakini ke depan revitalisasi TIM akan melahirkan pengembangan seni budaya berkelas tingkat dunia.

"Tujuan dari revitalisasi total Taman Ismail Marzuki adalah untuk menghasilkan ekosistem seni dan budaya yang berkelas dunia," ucap Anies.

Wisata urban

Anies Baswedan juga meresmikan fasilitas Pengalaman Jalan Jakarta (Jakarta Street Experience/JSX) yang diluncurkan oleh BUMD PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board/JXB).

"Saya berharap JSX akan bisa menambah atau memperkaya pengalaman ketika berwisata, berjalan-jalan, yang melakukan perlintasan di Jakarta baik dari rumah ke tempat kerja, baik ke Jakarta untuk kegiatan usaha, kegiatan kebudayaan dan lainnya," kata Anies dalam peresmian JSX di Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin.

Kawasan TIM, Cikini dan umumnya Jakarta, kata Anies, adalah kawasan banyak didatangi orang untuk melakukan perjalanan dan merupakan tugas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI serta BUMD terkait untuk memberikan pengalaman atas setiap perjalanan.

"Yang dijalani menjadi pengalaman itu artinya, ada suasana yang baru, ada informasi yang baru, ada keunikan-keunikan yang membuat perjalanan itu menjadi sebuah pengalaman. Kalau perjalanan tidak menjadi pengalaman, dia akan jadi rutinitas begitu saja," ujarnya.

Dengan adanya JSX, Anies sangat mengapresiasi terobosan dari JXB tersebut yang akan memberikan berbagai informasi dan membuat masyarakat lebih tahu mengenai kawasan tersebut.

"Jadi, saya apresiasi sekali terobosan ini yang begitu informatif. Mudah-mudahan begitu melakukan perjalanan di Jakarta, masyarakat makin kaya pengalaman," ucapnya.

Sebelumnya, BUMD PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board/JXB) menghadirkan Pengalaman Jalan Jakarta (Jakarta Street Experience/JSX) untuk melengkapi fasilitas pariwisata urban dengan tujuan mendorong minat masyarakat untuk mengeksplorasi kota dengan berjalan kaki.

"Untuk projek awal, JSX sebagai fasilitas informasi mengenai destinasi wisata urban untuk melengkapi fasilitas pariwisata dan meningkatkan beautifikasi Jakarta tersebut, dihadirkan di Jalan Cikini Raya, di depan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, hari ini," kata Dirut PT Jakarta Tourisindo (JXB) Novita Dewi di lokasi peresmian.

JSX yang resmi dikenalkan pada publik sebagai bagian dari rangkaian acara pembukaan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki itu, dijelaskan secara langsung di hadapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan beberapa kepala dinas oleh Novita.

Novita mengatakan bahwa JSX yang merupakan produk dari JXB, adalah penunjuk arah pintar (smart signage) berupa instalasi interaktif yang menggabungkan unsur edukasi, informasi, seni dan teknologi pintar.

"Pada JSX, masyarakat dapat mengakses video sejarah kawasan tempat JSX berada, informasi tempat pariwisata pada radius satu kilometer, stasiun isi daya dan peta kawasan. JSX juga menghadirkan pengalaman unik melalui teknologi 'augmented reality'," ucap Novita.

Dengan adanya teknologi realitas berimbuh (augmented reality), JSX mampu memvisualisasikan benda dua dimensi maupun tiga dimensi yang diproyeksikan ke dunia nyata.

Pada JSX ini, pengguna dapat melihat bagaimana balon udara, elang bondol, maupun kereta api yang seakan-akan keluar dari JSX dan menghampiri pengguna yang berada di dunia nyata.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

Tags

Terkini

BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Berawan Pagi Ini

Sabtu, 26 November 2022 | 05:03 WIB
X