• Minggu, 2 Oktober 2022

Pemprov DKI Terapkan Aturan Zonasi Bebas Air Tanah 1 Agustus 2023

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 14:15 WIB
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris di Jakarta, Sabtu (23/7/2022).(Antara/Aji Cakti)
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris di Jakarta, Sabtu (23/7/2022).(Antara/Aji Cakti)


SINAR HARAPAN - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) memberlakukan secara tegas dan ketat aturan zonasi bebas air tanah dalam Peraturan Gubernur Nomor 93 Tahun 2021 per 1 Agustus 2023.

"Jadi mohon dipersiapkan dengan baik bahwa pada 1 Agustus 2023 kita akan betul-betul tegas dan ketat untuk menerapkan aturan zonasi bebas air tanah," kata Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris di Jakarta, Sabtu 23 Juli 2022.

Ke depan dengan tenggat waktu sampai 1 Agustus 2023, untuk gedung yang memenuhi dua kriteria, yakni lebih dari delapan lantai, memiliki luasan lebih dari 5.000 meter persegi, dan daerahnya sudah terdapat layanan air bersih maka tidak diizinkan lagi untuk memanfaatkan air tanah.

Baca Juga: Anies Larang Penggunaan Air Tanah Tahun Depan

Afan mengatakan bahwa pihaknya sekarang sedang memperluas cakupan layanan air bersih.

Terakhir yang sudah dibangun oleh Pemprov DKI yakni instalasi pengolahan air (IPA) Hutan Kota dengan kapasitas 500 liter/detik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 93 Tahun 2021 Tentang Zona Bebas Air Tanah pada 22 Oktober 2021.

Baca Juga: Akhirnya, Kebutuhan Air Bersih Warga Kamal Muara Terpenuhi

Pasal 8 ayat 1 peraturan tersebut menyatakan bahwa setiap pemilik/pengelola bangunan dengan kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dilarang melakukan pengambilan dan/atau pemanfaatan Air Tanah mulai tanggal 1 Agustus 2023 kecuali untuk kegiatan dewatering.

Dewatering adalah kegiatan pengontrolan air untuk kepentingan mengeringkan areal penggalian yang akan dimanfaatkan sebagai bangunan bawah tanah atau untuk berbagai kepentingan.

Pergub tersebut dikeluarkan karena mempertimbangkan keterbatasan kesediaan air tanah dan penurunan permukaan tanah di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Dua Kebakaran Terjadi di Jakarta Jumat Dini Hari

Jumat, 30 September 2022 | 06:04 WIB

BMKG Prakirakan Hari Ini Cuaca Jakarta Cerah Berawan

Senin, 26 September 2022 | 05:26 WIB
X