• Sabtu, 20 Agustus 2022

KNPI DKI Minta Pencabutan Izin Operasional Holywings

- Senin, 27 Juni 2022 | 14:51 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (tengah) memberikan keterangan pers setelah bertemu dengan organisasi kepemudaan soal sanksi Holywings di Balai Kota Jakarta, Senin (27/6/2022).(Antara/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (tengah) memberikan keterangan pers setelah bertemu dengan organisasi kepemudaan soal sanksi Holywings di Balai Kota Jakarta, Senin (27/6/2022).(Antara/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)


SINAR HARAPAN - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI bersama organisasi kepemudaan lainnya meminta Pemprov DKI mencabut izin operasional tempat hiburan malam Holywings terkait promosi bisnis yang menyinggung Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA).

"Ini adalah tuntutan dari teman kepemudaan, KNPI dan masyarakat," kata Sekretaris KNPI DKI Muhammad Akbar Supratman setelah melakukan audiensi di Balai Kota Jakarta, Senin 27 Juni 2022.

Adapun organisasi kepemudaan yang bertandang ke Balai Kota Jakarta itu yakni KNPI, Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA), Pemuda Pancasila, dan Pengurus Daerah Kolektif Kosgoro.

Baca Juga: GP Ansor Desak Anies Tutup Holywings Buntut Promosi Singgung SARA

Meski menuntut pencabutan izin tempat hiburan malam itu, namun pihaknya tetap mengikuti mekanisme yang dilaksanakan Pemprov DKI soal tindak lanjut kasus dugaan SARA yang dilakukan Holywings.

Akbar menambahkan pihaknya bersama organisasi kepemudaan tidak menoleransi kasus bermuatan SARA karena membuat gaduh di masyarakat.

Ia pun meminta pelaku usaha lain untuk menjadikan kasus tersebut sebagai pembelajaran agar tidak memandang remeh demi kepentingan bisnis.

Baca Juga: Hotman Paris Temui Ketua MUI Sampaikan Maaf soal Kasus Holywings

KNPI DKI beserta organisasi kepemudaan merasa terusik lantaran Holywings mempromosikan produk dengan menyinggung isu SARA.

Apalagi, kata dia, penggunaan nama Muhammad dan Maria sarat ciri khas agama tertentu."Kami sudah cukup dengan kasus SARA, artinya kami tidak menoleransi soal kasus SARA," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam kesempatan yang sama menyebutkan pihaknya telah memberikan teguran tertulis pertama kepada manajemen tempat hiburan malam itu.

Baca Juga: Disparekraf DKI Jakarta Tegur Manajemen Holywings

Pemberian teguran ini sesuai dengan Pasal 52 dalam Peraturan Gubernur Nomor 18 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

"Pada saat itu Holywings sudah menjawab pertama meminta maaf, mengklarifikasi, dan menurunkan promosi di instagram tersebut," tutur Ariza.

Adapun, untuk pencabutan izin saat ini belum bisa dilakukan karena masih harus melalui lima tahapan sesuai dengan peraturan gubernur dengan tahap terakhir pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) diikuti pencabutan kegiatan usaha.

Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Penistaan Agama oleh Holywings

"Untuk mencapai ke situ perlu ada langkah-langkah sesuai aturan pergub yang ada. Teguran pertama tujuh hari setelah dikeluarkan. Sekarang proses evaluasi tujuh hari ini apa saja yang dilakukan pihak Holywings," imbuh politikus Partai Gerindra itu.

Holywings sebelumnya mengunggah promosi minuman beralkohol gratis bagi pengunjung yang memiliki nama Muhammad dan Maria.

Promosi tersebut viral di media sosial dan mendapat kecaman dari warganet.

Baca Juga: Bamus Betawi Kecam Holywings Terkait Promosi Minuman Keras Gratis

Halaman:

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X