• Senin, 15 Agustus 2022

Kuasa Hukum Ade Armando Sebut Pelaku Pengeroyokan Lebih dari 10 Orang

- Kamis, 14 April 2022 | 17:43 WIB
Tim kuasa hukum Ade Armando Andi Windo (kiri), Aulia Fahmi (tengah) dan Prima Anko berikan keterangan terkait kondisi Ade Armando dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, (14/4/2022). (Antara/Fianda Sjofjan Rassat)
Tim kuasa hukum Ade Armando Andi Windo (kiri), Aulia Fahmi (tengah) dan Prima Anko berikan keterangan terkait kondisi Ade Armando dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, (14/4/2022). (Antara/Fianda Sjofjan Rassat)


SINAR HARAPAN - Tim kuasa hukum Ade Armando menyebut pelaku pengeroyokan terhadap kliennya di tengah aksi demo mahasiswa di Gedung DPR/MPR/DPD Jakarta Pusat, pada Senin 11 April 2022 berjumlah lebih dari 10 orang.

"Kita juga tentunya berharap pihak-pihak yang melakukan pemukulan maupun pengeroyokan tersebut menyerahkan diri, apalagi tersangka kemungkinan masih akan bertambah lebih dari 10 orang," kata kuasa hukum Ade Armando, Andi Windo, di Jakarta Selatan, Kamis 14 April 2022.

Andi juga mengungkapkan pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti-bukti video dan foto terkait pengeroyokan terhadap kliennya.

Baca Juga: Polda Metro Telah Tangkap Tujuh Pengeroyok Ade Armando

Dia juga mengatakan berdasarkan video yang beredar para terduga pelaku dalam pengeroyokan tersebut mempunyai peran yang berbeda-beda seperti memprovokasi lewat media sosial, melakukan pemukulan, dan tindak kekerasan lainnya.

"Jadi perannya kan beda-beda, memprovokasi dan ini juga lewat media sosial, sempat berkumpul untuk menyerang klien kita, Ade Armando. Jadi macam-macam peran masing-masing, yang mau mukul sekali, dua kali mereka tetap akan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Andi.

Polda Metro Jaya hingga saat ini telah menangkap tujuh orang dalam kasus pengeroyokan terhadap Ade Armando yakni Muhammad Bagja, Komarudin, Dhia Ul Haq, Abdul Latif, Arif Pardhiani, Markos Iswan, dan Alfikri Hidayatullah.

Baca Juga: Mahfud Sebut Penganiaya Ade Armando dari Elemen Liar Bukan Mahasiswa

Saat ini, petugas masih memburu seorang lainnya yang diduga terlibat penganiayaan Ade Armando, yaitu Ade Purnama.

Pegiat media sosial sekaligus Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando dianiaya oleh massa tidak dikenal saat mengikuti demonstrasi mahasiswa oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta.

Ade diselamatkan petugas dari amuk massa yang berada di lokasi unjuk rasa. Ade menderita luka-luka sehingga harus mendapatkan perawatan intensif.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X