• Rabu, 17 Agustus 2022

Polisi Bertindak, 27 Penjambret di Ibu Kota Didor

- Jumat, 6 Juli 2018 | 17:08 WIB
Kombes Argo Yuwono
Kombes Argo Yuwono

JAKARTA – Aksi penjambretan di Ibu Kota Jakarta dijawab dengan Operasi Cipta Kondisi yang digelar Polda Metro Jaya. Hasilnya?

Sedikitnya 27 pelaku begal dan tukang jambret dibekuk. Mereka terpaksa harus ditembak. Bahkan, dua pelaku tewas kehabisan darah dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Polri.

Aksi melawan bandit yang meresahkan itu disampaikan Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Ia menjelaskan, pihaknya memberi tindakan tegas kepada pelaku begal dan jambret yang meresahkan warga. “Sekitar 27 Pelaku yang ditangkap selama 3 hari Operasi Cipta Kondisi. Mereka ditembak polisi karena melakukan perlawanan,” dia mengungkapkan.

Dia menyebutkan, dua orang meninggal karena kehabisan darah saat perjalanan menuju rumah sakit.

Dalam operasi ini, total ada 387 orang yang ditangkap. Dari angka tersebut, 73 orang di antaranya ditahan dan sisanya diberikan pembinaan."(Dibina) karena tidak terbukti melakukan tindak pidana. Tapi kita tetap monitor kegiatan mereka," tuturnya.

Argo mengatakan, pelaku jambret dan begal ini tidak hanya dilakukan oleh pria, namun ada juga wanita. Seperti contoh di Tamansari, Jakarta Barat ada pasangan suami-istri yang ditangkap melakukan penjambretan.

Operasi Cipta Kondisi ini digelar sejak 3 Juli hingga 18 Agustus 2018 nanti. Operasi digelar untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam rangka menyambut Asian Games.

Editor: editor2

Tags

Terkini

X