Ernest Prakasa Gaet Fiersa Besari Hingga Reza Rahadian

Sabtu , 02 November 2019 | 23:49
Ernest Prakasa Gaet Fiersa Besari Hingga Reza Rahadian
Sumber Foto: Rosi Maria.
Ernest Prakasa, Meira Anastasia, Fiersa Besari, Ifa, Chand Parwez Servia beserta tim 'Imperfect' dalam konfrensi pers bersama awak media di Kemang Kamis, 31/10/19.

JAKARTA - Sutradara, komika, sekaligus penulis Ernest Prakasa kembali hadir dengan film terbarunya yang berjudul IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan. Ernest yang selama ini dikenal sebagai sutradara film populer pernah bekerja sama dengan The Overtunes, Jaz, hingga Isyana Sarasvati.

Di film terbarunya ini, Ernest menggaet Fiersa Besari untuk mengisi soundtrack film ini. Dalam konfrensi pers bersama awak media di Kemang Kamis, 31/10/19, Ernest menjelaskan keterlibatan Fiersa Besari, Audrey Tapiheru, dan Reza Rahadian dalam proyek film terbarunya. Fiersa mempersembahkan sebuah lagu berjudul “Pelukku untuk Pelikmu”. Tidak hanya Fiersa, Audrey Tapiheru juga dan Reza Rahadian juga ikut andil dengan lagu yang berjudul “Cermin Hati” serta “Sempurna/Tak Sempurna.”

Ditanya mengenai apa alasan Ernest memilih Fiersa dan Audrey untuk mengisi soundtrack adaptasi buku sang istri, Meira Anastasia, Ernest berkomentar, “Saya pecinta karya-karya Fiersa Besari. Keistimewaannya terletak pada lirik-liriknya yang lugas, namun puitis. Sementara untuk Audrey, ia merupakan salah satu vokalis perempuan terbaik Indonesia. Kemampuannya dalam menyampaikan nyawa sebuah lagu sangatlah mengagumkan. Saya yakin, keterlibatan mereka dalam mengisi soundtrack film ini akan memberi warna tersendiri.”

Fiersa sendiri merasa pengalaman bekerja bersama Ernest sebagai pengalaman yang spesial. “Bagi saya, Ernest Prakasa bukanlah sutradara yang bisa dianggap remeh. Film-filmnya mampu membekas di hati saya. Lucu, tapi juga ada momen nyess-nya. Makanya sewaktu dihubungi untuk mengisi soundtrack, kaget sekaligus senang. Apalagi, saya juga diberi kesempatan bekerja sama dengan Ifa yang waktu itu baru mendapat penghargaan atas karyanya di Keluarga Cemara.”

Terbiasa dengan lirik-lirik puitis, Fiersa mengira bahwa lagu yang dibuatnya akan menghiasi adegan-adegan sendu, galau, dan sedih. “Ternyata, saya “ditugaskan” membuat lagu yang memberi semangat kepada orang-orang yang mendengarnya. Ini benar-benar tantangan bagi saya. Lagu saya bercerita dari sudut pandang pasangan si karakter protagonis yang berusaha selalu mendukung dan melihat apa adanya.”

Saat bercerita mengenai proses kreatif pembuatan lagunya, Fiersa menjawab lugas, “Dua kali saya mengirimkan nada dan lirik kepada Ernest dan Meira. Meski tidak diungkapkan secara langsung, tapi saya merasa kalau mereka masih kurang sreg. Kebetulan, saat itu saya baru pindah rumah, jadi tidak bisa fokus membuat lagu karena ramai orang-orang yang membantu pindahan. Saat saya mengatakan hal ini kepada istri, istri saya juga ikut-ikutan kesal sehingga kami pun jadi bertengkar. Tapi, karena bertengkar gara-gara hal sepele ini, saya jadi melihat dari sudut pandang istri saya dan akhirnya berhasil menciptakan lagu yang disukai Ernest dan Meira.”

Audrey Tapiheru sendiri sudah terlibat dalam pembuatan soundtrack untuk film Ernest Prakasa sebelumnya, Cek Toko Sebelah. "Aku senang sekali bisa kerja dengan Kak Ernest untuk kedua kalinya dan yang pertama kali dengan Kak Ifa karena sangat terbuka dan penuh ide-ide. Yang pasti, aku tidak merasa di bawah tekanan. Pengerjaannya memakan waktu dua hari. Lagu pertama ditolak karena kurang lirih. Untunglah, lagu kedua diterima.

"Inspirasinya (lagu Cermin Hati) dari naskahnya. Lagu ini mengisahkan seorang perempuan yang berada di titik saat dia tidak mengenali dirinya lagi. Tidak apa-apa untuk tidak sempurna. Dengan ketidaksempurnaan pun, kita tetap bisa bahagia." Tidak hanya Fiersa dan Audrey, Ernest pun mempercayakan aransemen musik film ini kepada Ifa Fachir, yang sukses mengadu-aduk perasaan penonton lewat Keluarga Cemara, dan Dimas Wibisana.” (E-4)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load