Apakah Anak Anda Kecanduan PUBG? Ini Tanda-tandanya.

Selasa , 27 Agustus 2019 | 16:40
Apakah Anak Anda Kecanduan PUBG? Ini Tanda-tandanya.
Sumber Foto: Shutterstock.
Orangtua perlu menjaga waktu bermain anak dalam batas yang normal.

JAKARTA - Berita mengejutkan beredar ketika 5 anak di Jember harus menjalani perawatan jiwa akibat kecanduan permainan PUBG. PUBG sendiri merupakan permainan dengan genre battle royale yang memungkinkan pemainnya untuk bermain bersama orang-orang yang mereka kenal secara online.

Kelima anak remaja ini dirawat di RS Dr Soebandi karena menampakkan perubahan sikap dan perilaku menjadi pribadi yang cenderung kasar dan mudah marah. Menurut psikiater RS dr Soebandi, dokter Justina Evy, dalam beberapa minggu terakhir, ada lima anak dan remaja yang menjalani perawatan intensif terkait kejiwaan. 

"Mereka itu kecanduan game PUBG. Mereka anak-anak dan remaja usia sekolah yang mengalami gangguan perilaku. Trennya usia 14 tahun ke bawah, siswa SD, yang harusnya tidak memegang HP Android," kata Evy, Senin (1/4/2019) pada detik.com.

Kecanduan game online ini harus menjadi preseden bagi orang tua. Orangtua perlu menjaga waktu bermain dalam batas yang normal juga mendorong mereka melakukan aktivitas lain sehingga tidak terpaku pada permainan tertentu. Lalu, apa tanda yang harus diwaspadai orangtua sebagai tanda anak sudah kecanduan game online? Simak 5 tanda berikut.

1. Pergantian suasana hati yang ekstrem dan kemarahan

Anak atau remaja yang suasana hatinya mudah berganti dari kesal ke tenang, rileks, dan senang berlebihan saat bermain game online atau game video mungkin mengalami kecanduan game online. Di masa depan, si anak mungkin akan menggunakan video game sebagai cara untuk lari dari permasalahan hidupnya. Terlebih jika si anak sudah menampakkan tanda-tanda menarik diri atau marah ketika ia tidak diberi kesempatan bermain video game atau game online. Perilaku ini mirip seperti orang yang kecanduan makanan atau penjudi yang sakau serta frustasi ketika tidak mendapatkan adiksi mereka.

2. Sulit lepas dari game

Anak yang makan, minum, dan selalu membicarakan video game bahkan saat tidak sedang memainkannya kemungkinan besar terobsesi dengan permainan itu. Anak-anak atau remaja ini bisa membicarakan video games saat makan, minum, tidur, bahkan melakukan percakapan-percakapan serius.

3. Kurang merawat diri dan mengalami gangguan fisik

Seperti semua tanda adiksi, remaja yang kecanduan permainan apapun akan merasa tidak tenggelam dalam kecanduannya, tidak sadar lingkungan sekitar, hingga mereka tidak lagi mengindahkan kewajiban-kewajiban utamanya seperti membersihkan diri, menjaga kebersihan kamarnya, serta memperhatikan penampilan. Anak dengan gejala kecanduan juga akan mengalami gejala gangguan pada fisik akibat waktu bermain yang eksesif seperti jari yang sakit, keram pada leher dan kepala, atau mata kering dan memerah.

4. Nilai akademis menurun dan anak tampak mudah marah

Seperti semua tanda kecanduan, semua orang yang sedang mencandu sesuatu akan terus-menerus ingin melakukan hal yang mereka sukai. Karena itu, dalam jangka panjang nilai akademis mereka pun menurun. Mereka juga tidak tertarik melakukan aktivitas lainnya. Saat mereka tidak bisa mengakses game yang mereka inginkan, mereka menampakkan sikap menyerang dan mengancam orang di sekitarnya.

5. Mengisolasi diri dan berkonflik dengan orang lain

Anak dengan masalah kecanduan terhadap permainan tertentu akan semakin sedikit menghabiskan waktu bersama keluarga dan temannya. Untuk beberapa anak, isolasi ini mungkin menjadi tanda penyakit psikilogis lain seperti depresi. Anak dengan kecanduan game juga akan mudah berbohong dan menjadi pribadi yang mudah marah ketika dikonfrontasi mengenai berapa lama waktu yang mereka habiskan bermain game. Dalam jangka panjang, hubungan mereka dengan keluarga dan teman mereka semakin jauh dan menarik diri dari hubungan sosial. (E-4)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load