Terapi Baru Bisa Sembuhkan Vitiligo dalam Hitungan Minggu

Senin , 18 Maret 2019 | 23:29
Terapi Baru Bisa Sembuhkan Vitiligo dalam Hitungan Minggu
Sumber Foto: Tomato.
Vitiligo seringkali membuat penderitanya minder sehingga menarik diri dari dunia sosial.
POPULER

Kabar menggembirakan terbaru datang dari dunia kesehatan dan kecantikan. Kemajuan dunia medis kembali membuat terobosan dalam dunia kesehatan kulit. Kini, ilmuan dikabarkan sudah mengembangkan terapi yang bisa menyembuhkan vitiligo—sebuah kelainan yang bisa mengakibatkan hilangnya warna kulit. Terapi terbaru ini memungkinkan orang dengan vitiligo kembali dalam kondisi warna kulit normalnya dalam beberapa minggu.

Salah satu ikon vitiligo yang mungkin Anda ingat adalah Michael Jackson. The King of Pop ini diketahui melakukan sederet operasi kulit karena ia menderita vitiligo. Penderita vitiligo selama ini memang banyak yang merasa minder atas stigma negatif yang melekat pada diri mereka. Kondisi yang disebabkan oleh kelainan sistem autoimun ini mengakibatkan kulit penderitanya akan tampak memiliki bercak-bercak putih. Vitiligo memang bisa timbul di bagian tubuh mana saja pada penderitanya. Seiring waktu, bercak-bercak putih ini akan meluas hingga seluruh pigmen warna kulit asli “kalah” dan hanya tersisa kulit putih.

Selama ini, pengobatan vitiligo yang sudah dikenal luas adalah pembelian steroid atopik dan terapi cahaya. Sayangnya kedua terapi ini membutuhkan waktu yang lama hingga terasa menampakkan hasil. Bisa setahun kadang kala bisa mencapai waktu dua tahun atau lebih. Efektivitasnya pun masih perlu dipertimbangkan lebih lanjut sebab bercak putih bisa timbul kembali di tempat yang sama setelah orang dengan vitiligo berhenti melakukan pengobatan.

Peneliti menemukan bahwa tubuh manusia “merasa” sedang melakukan perang dengan infeksi viral sehingga “menggempur” sel normalnya. Pembunuhan ini dilakukan oleh sel memori yang akan menyerang  sel penghasil pigmen penghasil dalam kulit—bernama melanocytes. Kealpaan melanocytes inilah yang mengakibatkan vitiligo.

“Kami kemudian mengisolasi sel memori tersebut dari kulit menggunakan metode baru. Lalu, kulit diprogram kembali untuk melakukan repigmentasi dengan hasil akhir yang lebih langgeng dan permanen,” ungkap John Harris peneliti dari University of Massachusetts pada Indianexpress. Penelitian ini sudah dilakukan pada tikus yang menderita vitiligo. Dari tikus ini, peneliti menemukan bahwa sel memori ini membutuhkan protein IL-15 untuk hidup.

“Kami menyuntikkan antibodi yang menghalau protein IL-15  untuk berinteraksi dengan sel memori. Pada akhirnya, pengobatan ini bisa mengeliminasi sel memori dari tubuh tikus dalam beberapa minggu dan membuat pigmen warna cokelat yang ada di tubuh tikus kembali.” Hasil ini merupakan reaksi yang sama dari pasien yang merespons positif terapi steroid atopik dan terapi cahaya.

Bedanya, repigmentasi ini bisa terjadi hanya dalam dua minggu. Dengan strategi ini, tidak seperti metode pengobatan yang ada saat ini, diharapkan orang dengan vitiligo bisa mendapatkan manfaat dalam jangka panjang. (RMA/SH)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load