Ekstrak Biji Anggur Memperpanjang Usia?

Kamis , 09 Desember 2021 | 10:34
Ekstrak Biji Anggur Memperpanjang Usia?
Sumber Foto: BEST SELF.
Ilustrasi.
POPULER

JAKARTA - Sebuah tim peneliti yang berafiliasi dengan sejumlah institusi di Cina dan AS menemukan bahwa menyuntikkan procyanidin C1 (PCC1), bahan kimia yang ditemukan dalam ekstrak biji anggur, ke tikus yang lebih tua memperpanjang umur mereka. 

Dalam makalah mereka yang diterbitkan dalam jurnal Nature Metabolism, kelompok tersebut menjelaskan hubungan antara PCC1 dan perpanjangan umur pada tikus dan eksperimen yang mereka lakukan dengan bahan tersebut.

Para ilmuwan telah mencoba selama bertahun-tahun untuk memahami proses penuaan. Harapannya, setelah dipahami, upaya mitigasi dapat memperlambat atau menghentikan proses untuk memungkinkan orang hidup lebih lama atau hidup lebih sehat seiring bertambahnya usia. 

Dalam upaya baru ini, para peneliti menyaring 46 ekstrak tumbuhan untuk mencari kemampuan anti-penuaan. Mereka menemukan PCC1. Tes awal selama skrining menunjukkan itu mengurangi jumlah sel tua di prostat manusia. Sel-sel tersebut diketahui berkontribusi terhadap penuaan, seperti dikutip dari Medical Xpress, Kamis (9/12/2021). 

Penasaran dengan hasil mereka, para peneliti mengujinya lebih lanjut. Mereka menemukan bahwa pada dosis rendah itu mencegah sel-sel tua berkontribusi pada peradangan, dan pada dosis yang lebih tinggi membunuh mereka langsung tanpa merusak sel-sel lain.

Tim kemudian menyuntikkan 171 tikus dengan PCC1, 91 di antaranya dianggap tua. Mereka menemukan bahwa ini meningkatkan umur keseluruhan tikus sebesar 9 persen dan sisa umur mereka rata-rata 60 persen. Para peneliti juga menyuntikkan tikus yang lebih muda dengan ekstrak kimia selama empat bulan dan menemukan itu meningkatkan kebugaran fisik mereka.

Mereka kemudian menyuntikkan bahan kimia pada tikus yang memiliki tumor kanker dan menemukan bahwa hal itu membantu mengecilkan tumor ketika diberikan bersamaan dengan kemoterapi. Mereka juga menemukan hal yang sama dengan sel tumor manusia yang ditanamkan ke tikus.

Para peneliti mencatat bahwa dalam semua pengujian mereka, mereka tidak menemukan kerusakan pada sel-sel normal, yang menunjukkan bahwa PCC1 dapat menjadi pengobatan terapeutik yang menjanjikan untuk berbagai macam kondisi dan dapat sangat mengurangi beberapa dampak negatif penuaan. 

Mereka menyimpulkan bahwa perlu lebih banyak penelitian untuk menguji lebih lanjut keefektifannya dan untuk memastikan bahwa itu tidak menghasilkan efek samping negatif. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load