Agar Tetap Sehat, Ini Tips Memasak Menu Bakaran

Selasa , 07 Desember 2021 | 07:41
Agar Tetap Sehat, Ini Tips Memasak Menu Bakaran
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.
POPULER

JAKARTA - Anda pecinta kuliner dengan pengolahan dibakar, mungkin setelah ini Anda harus mengurangi frekuensi sering mengonsumsi makanan yang dibakar. Walaupun rasanya sangat nikmat, ada bahaya di balik pengolahan makanan tersebut.

Sebuah penelitian dari University of Minnesota menyatakan bahwa memasak daging dengan cara dibakar atau bertemperatur tinggi dapat melepaskan senyawa Heterocyclic amines (HCAs) dan Polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) yang masuk dalam kategori zat karsinogen dan memicu kanker.

Besaran risiko kanker pankreas yang menghantui bagi Anda yang senang mengonsumsi makanan dibakar juga tidaklah rendah namun sekitar 60% menurut sebuah laporan yang dimuat dalam Reader Digest. Dilansir dari Fimela, berikut tips memasak dan mengonsumsi makanan yang dibakar:

1. Pilihlah daging yang tidak terlalu berlemak. Daging yang berlemak akan terlihat saat proses pembakaran di mana lemak akan meleleh dan memberikan asap berlebihan.

2. Sebelum memulai proses pembakaran, rendam daging di dalam bumbu minimal 30 menit. Usahakan untuk membuat sendiri bumbu dan tidak menggunakan bumbu instan. Rendaman bumbu dipercaya dapat menjadi jembatan antara daging dan arang sehingga memperlambat pembentukan karsinogen.

3. Bakar daging dengan temperatur sedang.

4. Jangan membakar daging terlalu lama hingga hangus atau terdapat bagian yang menghitam terbakar, karena bagian yang terbakar akan sangat rentan terbentuk zat karsinogen.

5. Untuk mengakali agar proses pembakaran tidak terlalu lama, potong daging dengan tidak tebal. Semakin tipis daging yang dipotong, semakin cepat juga proses membakar hingga matang.

6. Tidak membakar dengan waktu yang lama bukan berarti Anda mengabaikan bahaya bakteri salmonela yang ada pada daging, lebih tepatnya daging ayam yang tidak matang. Bakarlah daging hingga berwarna cokelat dan matang.

7. Hindari menjadikan daging olahan sebagai bahan makanan yang dibakar, dianjurkan untuk menggunaan daging segar yang lebih tinggi protein, zat baik, serta bebas dari pengawet.

8. Pilih alat pemanggang dengan batasan atau piringan yang memisahkan daging dengan api langsung. Hal ini bisa menurunkan risiko terbentuknya zat penyebab kanker.

Bahaya akan zat berbahaya dalam makanan sangat sulit untuk dihindari, namun bukan berarti tidak bisa diminimalisir. Alangkah lebih baiknya jika kita juga memasukan daftar sayur dan buah sebagai vitamin tambahan saat sedang atau setelah mengonsumsi makanan yang dibakar. Agar nutrisi yang dibutuhkan tubuh seimbang. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load