Kopi Indonesia Serbu Pasar Rusia

Jumat , 03 Desember 2021 | 09:28
Kopi Indonesia Serbu Pasar Rusia
Sumber Foto: RRI.
Ilustrasi.
POPULER

JAKARTA - Kopi Indonesia memiliki peluang besar untuk ditingkatkan pangsanya di pasar Rusia, khususnya jenis kopi premium (specialty coffee). Salah satu upaya mempromosikan kopi Indonesia, melalui Festival Kopi yang digelar oleh Kedutaan Besar RI (KBRI) Moskow, di Hotel Baltschug, Selasa (30/11/2021). 

“Festival dikemas dalam bentuk workshop, coffee cupping dan pameran produk kopi dan beyond kopi dihadapan 50 undangan yang terdiri dari para barista, pemilik coffee shop dan importir/distributor kopi Rusia,” ungkap Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Tavares, dalam keterangan resmi, Kamis (2/12/2021). 

Dubes RI menambahkan, sebanyak 29 contoh specialty coffee dikirim langsung oleh berbagai pengusaha UMKM kopi dari Indonesia. “Ada kopi Kintamani, Toraja, Sidikalang, Sunda, Banyuwangi, Muntilan, dan sebagainya dengan varian Arabika, Robusta, dan Liberika. KBRI Moskow juga siap memfasilitasi kontak bisnis Anda dengan pengusaha kopi di Indonesia,” imbuhnya. 

Festival Kopi juga menghadirkan Ramaz Chanturia, Direktur Utama Asosiasi Kopi dan Teh Rusia, yang menyebut Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia yang menghasilkan kopi berkualitas serta merupakan mitra terpercaya Rusia untuk perdagangan kopi. 

“Pada tahun 2020 Indonesia mengekspor 18.720 ton kopi ke Rusia atau pangsanya 8,5% impor kopi Rusia. Namun dalam 9 bulan tahun 2021, volumenya turun menjadi 6400 ton atau 4% dari impor Rusia. Penurunan ini diakibatkan kenaikan harga kopi dan biaya transportasi dari Asia Tenggara sebagai dampak COVID-19,” kata Chanturia.

Pada sesi workshop dan coffee cupping, Timur Miranov, Chief Barista CHIP Coffee menyajikan aneka jenis kopi Indonesia sembari menjelaskan perbedaan karakteristik antara berbagai jenis dan varian kopi premium Indonesia. “Secara pribadi saya sangat menyukai kopi Indonesia asal Bali dan sejak dua tahun terakhir CHIP Coffee telah banyak menjual kopi Bali Karana di Rusia,” ucap Timur. 

Natalia Goncharova dari perusahaan kopi “Vokrug Sveta” yang baru pertama mengikuti Festival, menyatakan ketertarikan dengan cita rasa kopi Indonesia yang diseruputnya. “Saya biasa impor kopi dari Vietnam dan India. Namun setelah mengikuti Festival ini, saya pastikan akan mempelajari lebih lanjut kemungkinan mengimpor kopi dari Indonesia,” sebut Goncharova.

Pangsa kopi Indonesia di pasar Rusia relatif masih kecil, namun potensinya besar untuk ditingkatkan. Sesuai data, nilai ekspor kopi Indonesia ke Rusia pada 2020 mencapai US$ 31,95 juta atau naik 59,6% dibanding 2019 yang bernilai US$ 20,15 juta. 

Kenaikan ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat ke-5 pengekspor kopi ke Rusia setelah Vietnam, Brasil, Italia dan Jerman.  Sebelumnya pada tahun 2019 Indonesia berada pada peringkat ke-7 dan tahun 2018 peringkat ke-11. 

Bahkan secara volume, pada tahun 2020 kopi Indonesia menduduki peringkat ke-3 setelah mengalami peningkatan yang signifikan dari 10.141 ton tahun 2019 menjadi 18.720 ton. 

“Melihat angka tersebut, kita patut berbangga bahwa penyelenggaraan Festival Kopi Indonesia yang dilakukan sejak tahun 2019 berdampak langsung bagi peningkatan minat pelaku industri kopi Rusia dalam mengimpor specialty coffee Indonesia,” pungkas Jose Tavares. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load