4 Tips Mengelola Keuangan Mudah untuk UMKM

Selasa , 26 Oktober 2021 | 07:26
4 Tips Mengelola Keuangan Mudah untuk UMKM
Sumber Foto: DBS.
Ilustrasi.

JAKARTA - Saat ini banyak orang yang ingin berwirausaha. Kebanyakan dari mereka merupakan pekerja yang akhirnya resign atau mencari kegiatan untuk menambah pemasukan dengan berwirausaha. Terbukti dari data yang dilansir dari BPS menyimpulkan adanya pertambahan jumlah pengusaha di Indonesia. Banyaknya jumlah wirausaha menjadi suatu indikator kemajuan untuk suatu negara. Namun pada kenyataannya menjadi pengusaha itu tidak semudah yang dibayangkan kebanyakan orang.

Sebagai seorang pengusaha pemula, tentu menginginkan usaha yang dirintisnya akan berhasil dan sukses. Tetapi banyak pengusaha pemula ketika barang yang dijual selalu laku dan banyak diminati namun untuk mengelola keuangannya tidak bisa atau belum bisa. Padahal kesuksesan sebuah bisnis tidak hanya dilihat dari seberapa laku dan diminati banyak orang saja, namun diukur dari keahlian seorang pengusaha dalam mengelola keuangan. Seluruh sektor dalam usaha sangat bergantung pada sektor keuangan.

Jika usaha Anda menghasilkan keuntungan yang besar tetapi Anda tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, nantinya akan berdampak pada semua sektor dan ujungnya akan mengalami kebangkrutan. Sebab, sebuah usaha tidak hanya soal menghasilkan uang, melainkan bagaimana mengendalikan dan membelanjakan uang tersebut untuk kebutuhan usaha Anda.

Mengelola keuangan lebih dari seperangkat buku yang akurat dan menyeimbangkan rekening usaha. Untuk membantu pengelolaan keuangan, dapat digunakan aplikasi keuangan online berbasis web sehingga Anda dapat fokus untuk pengembangan bisnis Anda.

Sekalipun pengusaha pemula yang baru mempunyai usaha kecil. Anda perlu menerapkan manajemen keuangan. Mengelola keuangan hukumnya wajib bagi setiap pelaku usaha baik usaha kecil maupun besar. Tapi masih banyak orang yang bingung cara mengelolanya. Mau tahu bagaimana cara mengelola keuangan untuk bisnis? Simak tips mengelola keuangan untuk usaha kecil.

1. Rencanakan Penggunaan dana untuk Usaha

Sebelum memulai usaha, sebaiknya tidak menggunakan seluruh modal karena Anda belum mengetahui prospek kedepan dari usaha yang dijalankan. Gunakan 50% modal yang Anda punya untuk awal usaha. Dana yang Anda punya bisa dialokasikan untuk menyewa ruko atau kantor, membeli peralatan untuk menunjang usaha, membeli bahan baku, promosi dan lain sebagainya. Setelah usaha sudah berjalan, mulai untuk menganalisis situasi dan kondisi di lapangan. Jika usaha Anda belum sesuai dengan harapan, Anda bisa menggunakan 15-20% sisa modal untuk mengembangkan usaha seperti membuat produk yang unik.

2. Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha

Memperoleh keuntungan dari hasil usaha yang dijalankan akan membuat hati menjadi senang. Seringkali hasil usaha yang baru didapatkan dimasukan ke rekening tabungan pribadi. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, maka Anda akan semakin nyaman menggunakan hasil usaha. Secara tidak sadar Anda sedang menggunakan modal awal usaha sehingga tidak ada lagi modal untuk membeli bahan baku.Agar tidak terjadi hal yang membuat Anda rugi, solusinya adalah dengan membuat rekening baru khusus untuk usaha. Dengan cara tersebut, Anda bisa mengontrol secara ketat pengeluaran pribadi dan pengeluaran usaha secara terpisah dan terperinci.

3. Lakukan Pembukuan

Penting sekali untuk usaha kecil atau besar untuk mengelola pembukuan. Pembukuan yang baik ialah pembukuan yang terperinci dan tersusun rapi. Setiap hari Anda harus mencatat dana yang keluar dan masuk serta hutang piutang jika ada. Saat ini banyak pelaku usaha yang menggunakan aplikasi untuk efisiensi, kecepatan dan ketepatan dalam mencatat keuangan. Anda bisa menggunakan aplikasi keuangan untuk membantu pembukuan usaha Anda.

4. Siapkan Dana Darurat

Anda tidak bisa memprediksi hal-hal yang akan terjadi kedepannya. Bisa saja suatu hari omzet yang biasa Anda dapatkan menurun karena banyaknya pesaing usaha Anda atau terkena musibah sehingga mengalami kerugian yang besar. Untuk mengatasinya, Anda perlu menyiapkan dana darurat dari awal mulai usaha. Dana darurat tersebut akan menjaga usaha Anda agar tidak langsung kolaps/gulung tikar saat sedang jatuh. Setidaknya akan membantu mengurangi beban saat usaha Anda mengalami kerugian.

Itulah tips mengelola keuangan untuk usaha kecil. Tips ini akan sangat berguna untuk pengusaha yang masih merintis. Bagi pengusaha pemula, menggunakan aplikasi keuangan akan sangat membantu dalam pembukuan. Namun memilih aplikasi keuangan juga butuh riset dan perbandingan baik waktu dan biaya. Upaya ini untuk menemukan aplikasi keuangan yang tepat dan juga mudah untuk dipelajari dan digunakan. Kami berharap tips yang kami berikan membantu Anda dalam mengelola keuangan khususnya bagi pengusaha pemula.

Mengatur Keuangan Anda dengan Aplikasi Akuntansi dari Jurnal by Mekari

Itulah ketujuh prinsip manajemen keuangan yang perlu Anda ketahui. Melakukan manajemen keuangan tentu bukanlah hal yang mudah. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena di zaman teknologi seperti sekarang ini Anda dapat memanfaatkan aplikasi akuntansi.

Jurnal by Mekari adalah aplikasi akuntansi online yang dapat membantu Anda melakukan manajemen keuangan perusahaan dengan baik. Jurnal dapat membantu membuat laporan keuangan dengan cepat, instan, dan menyajikan data secara realtime.

Jurnal sebagai aplikasi keuangan juga memiliki berbagai fitur menarik yang dapat membantu pengelolaan bisnis Anda seperti pengaturan stok barang, hingga pencatatan faktur.

Itulah beberapa prinsip-prinsip manajemen keuangan yang harus Anda ketahui. Pola administrasi keuangan yang tidak transparan berarti ada hal yang disembunyikan oleh perusahaan. Semoga bermanfaat dan ikuti media sosial Jurnal by Mekari untuk tips lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi. (E-4)



Sumber Berita: RRI.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load