Kim Seon Ho Tersandung Isu Aborsi, Ini Pesan Psikolog

Senin , 25 Oktober 2021 | 06:39
Kim Seon Ho Tersandung Isu Aborsi, Ini Pesan Psikolog
Sumber Foto: CNN Indonesia
Aktor asal Korea Selatan, Kim Seonho.

JAKARTA - Fenomena aborsi kembali jadi perbincangan. Kali ini terkait aktor Korea Selatan, Kim Seon Ho, yang dituding memaksa mantan pacarnya menggugurkan kandungan.

Ternyata praktik aborsi tidak terjadi pada satu atau dua orang saja, tercatat secara global terdapat 56 juta aborsi setiap tahunnya. Dan sayangnya, lebih dari 25 juta dijalankan dengan tindakan yang tidak aman (unsafe abortion), demikian dikutip dari Population Reference Bureau 2021.

Pakar psikologi Universitas Indonesia, Dian Wisnuwardhani, M.Psi, Psikolog, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap praktik aborsi ilegal. Kecuali dalam kasus tertentu, misanya kehamilan berisiko yang dapat membahayakan ibu atau janin dan korban pemerkosaan seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.

"Aborsi tak hanya mengakibatkan sakit secara fisik, tapi juga pengaruhi mental" Ungkap Psikolog Dian dalam program eLife detikcom dan ditulis pada Minggu (24/10/2021). Dian mengatakan bahwa setidaknya setiap pasangan harus mempertimbangkan tiga hal berikut untuk mencegah hubungan seksual yang berujung dengan tindakan aborsi ilegal.

Pertama, edukasi terkait hubungan seksual serta akibat yang bisa terjadi, salah satunya yaitu kehamilan. Maka, baik dari sisi pria maupun wanita harus jujur kapan kesiapan untuk melakukan hubungan seksual yang dapat menyebabkan kehamilan.

Kedua, edukasi penggunaan kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah kehamilan. Saat ini sudah tersedia banyak jenis kontrasepsi, seperti kondom, ataupun obat-obatan.

Ketiga, selalu perhatikan norma sosial dan agama yang berlaku. Seperti di Indonesia sendiri praktik aborsi masih digolongkan illegal, adanya sanksi pidana berupa penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal 1 miliar, kecuali kondisi darurat medis yang mengancam ibu atau janin serta korban pemerkosaan. Itupun dengan skrining yang sangat ketat, baik secara fisik maupun kejiwaan. (E-4)



Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load