Tips Jaga Kesehatan Mental Remaja Selama Pandemi

Jumat , 22 Oktober 2021 | 08:48
Tips Jaga Kesehatan Mental Remaja Selama Pandemi
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Kesehatan mental remaja selama pandemi Covid-19 ikut terganggu, karena kegiatan remaja menjadi terbatas.  Mengutip laman Covid-19, seorang psikolog remaja, yang juga penulis best-seller dan kolumnis bulanan New York Times, Dr. Lisa Damour, mengungkapkan ada sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental agar tetap waras di masa pandemi, Kamis (21/10/2021).

1. Cemas adalah hal yang wajar

Sadari bahwa rasa cemas yang kamu alami bukan hanya terjadi pada dirimu sendiri tapi hampir seluruh remaja di dunia. Kehilangan momen penting dalam hidup memang berat, tidak salah jika kamu mengalami rasa cemas karena itu adalah hal wajar.

Dr. Lisa mengungkapkan para psikolog sudah lama menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang bisa membuat kita waspada terhadap ancaman, dan membantu kita untuk mengambil tindakan untuk melindungi diri.

Sementara itu, untuk mengatasi kecemasan akibat Covid-19, bisa diatasi dengan mencari informasi terkini dari sumber yang akurat dan terpercaya seperti situs dan media sosial milik pemerintah atau media yang kredibel.

2. Cari pengalihan

Dalam hidup tak jarang harus berhadapan dengan kondisi yang sulit untuk dilalui. Namun, cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah mengenali masalah terlebih dahulu. 

Oleh sebab itu, kita memerlukan pengalihan untuk mengatasinya. Menurut Dr. Lisa remaja bisa mencari pelampiasan yang positif dan menemukan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya seperti mengerjakan tugas, membaca buku atau novel, menonton film, memasak, membuat kue, berolahraga, bernyanyi, menari, melukis atau bahkan membuat kreativitas baru.

3. Temukan cara baru untuk berkomunikasi

Di zaman yang sudah modern saat ini, berkomunikasi tidak harus dilakukan secara langsung. Kamu bisa memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan keluarga jauh atau teman-teman.

Meski peran media sosial baik, namun Dr. Lisa mengingatkan agar tidak kebablasan dalam penggunaannya. Tetap diperlukan pengaturan waktu atau screen time dalam kesehariannya.

4. Fokus pada diri sendiri

Jika sebelum pandemi begitu disibukkan dengan berbagai kegiatan, kini saatnya fokus pada dirisendiri. Manfaatkan waktu ini untuk menambah kemampuan dengan cara banyak membaca atau mengikuti kursus online.

5. Rasakan perasaan

Menurut Dr. Lisa cara terbaik untuk mengatasi rasa kekecewaan adalah dengan membiarkan diri merasakan kekecewaan ini. Tentu perasaan kecewa tidak dapat dipungkiri jika kehilangan kesempatan untuk mengikuti acara-acara dengan teman, kegiatan untuk menyalurkan hobi, atau pertandingan olahraga, tapi ini bisa diatasi.

Beberapa anak akan menyalurkan perasaan mereka dengan membuat karya seni, sementara beberapa lainnya memilih berbicara dengan teman-teman mereka dan menggunakan kesedihan yang dirasakan bersama sebagai cara untuk merasa terhubung di tengah situasi ketika mereka tidak bisa bertemu secara fisik.

6. Berbuat baik

Akibat virus Corona, beberapa remaja mengalami aksi bullying. Cara terbaik untuk mengatasi hal ini menurut Dr. Lisa adalah dengan jadi pembela untuk setiap jenis bullying. Oleh karena itu, ia menyarankan jika menyaksikan ada teman yang di-bully, maka dekati mereka dan tawarkan dukungan. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load