Konser Dibuka, Prokes Tak Boleh Kendur

Rabu , 13 Oktober 2021 | 09:19
Konser Dibuka, Prokes Tak Boleh Kendur
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.
POPULER

JAKARTA - Gelaran konser musik Jazz Gunung Bromo 2021 yang berlangsung Sabtu, 25 September lalu, menjadi angin segar bagi industri pertunjukan seni dan budaya Indonesia. Seperti diketahui, pemerintah memperbolehkan acara dengan skala besar dilakukan termasuk konser musik, dengan dalih untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor pariwisata.

Pandemi Covid-19 memang membuat gelaran konser tahunan ini mengalami sejumlah perubahan, namun penggagas Jazz Gunung, Sigit Pramono, mengklaim, gelaran Jazz Gunung Bromo 2021 berjalan sukses dengan tetap melaksanakan penerapan protokol kesehatan ketat.

“Sebetulnya yang perlu diwaspadai bukan event besarnya, tapi bagaimana kita bisa mengendalikan event besar ini dengan protokol kesehatan yang baik. Kami sudah memberikan contoh di Bromo di ketinggian 2.000 meter dari atas permukaan laut, kita berhasil menyelenggarakan Jazz Gunung Bromo,” kata Sigit dalam webinar ‘Waspada Saat Event Besar Dibuka’, seperti dikutip RRI.co.id di Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Penerapan protokol kesehatan menjadi poin penting dalam pagelaran konser yang akan dilakukan. Meski demikian, Anggota Tim Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Udjianna Sekteria Pasaribu, mengingatkan masyakarat untuk tetap waspada akan timbulnya lonjakan kasus pasca event tersebut berakhir.

“Masyarakat harus siap menghadapi era baru yang benar-benar era baru, kemana-mana bawa masker, selalu jaga jarak, lindungi keluarga kita termasuk tetangga. Semua sudah tahu dan harus waspada dan jangan lupa vaksin juga selalu diingatkan, kita harus menyadari memang sulit melakukan perubahan tapi ini menjadi sebuah antisipasi kewaspadaan,” kata Udjiana yang akrab disapa Ria ini.

Pelaksanaan event yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak, diakui Pengurus Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane, juga telah dilakukan sejumlah negara yang kasus Covid-nya mulai terkendali.

Namun, Masdalina mengingatkan masyarakat tetap harus disiplin prokes lantaran masih ada 70 persen rakyat Indonesia yang belum divaksinasi.

“Persyaratan sudah divaksin, sudah swab antigen memang sudah benar diterapkan, tapi ingat masih ada 70 persen rakyat kita belum divaksin. Ingat pula bahwa transmisi bukan hanya pada diri sendiri tapi  juga masyarakat lain yang belum divaksin. Dari analisis kami, pelaksanaan event yang mengumpulkan massa itu sudah dilakukan di banyak negara saat kasus terkendali,” kata Masdalina.

Sementara itu, dibukanya kembali konser musik disambut baik warga, seperti yang disampaikan Ridwan. “Saya sih senang ya, situasi ini memang sudah dirindukan, hidup seperti dulu lagi. Tapi memang untuk saat ini karena masih pandemi, jadi protokol kesehatan memang tak bisa diabaikan,” kata Ridwan.

Selain konser, pemerintah pun menyelenggarakan kompetisi sepak bola Liga 1 dan Liga 2 serta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada tahun ini, yang diklaim dapat menjadi contoh kegiatan berskala besar sesuai pedoman yang sedang dijalankan. 

Adapun izin kegiatan besar akan diberikan selama kasus Covid-19 terkendali, dan setiap penyelenggara harus berkoordinasi dengan matang bersama pemerintah dan Satgas Covid-19 setempat. (E-4)



Sumber Berita: RRI.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load