Awas! Penyakit Jantung Banyak Menyerang Usia Produktif

Selasa , 28 September 2021 | 09:55
Awas! Penyakit Jantung Banyak Menyerang Usia Produktif
Sumber Foto: Unsplash.
Ilustrasi.

JAKARTA - Tak sedikit orang yang mengira penyakit jantung hanya dialami orang lanjut usia atau lansia. Faktanya, penyakit jantung dan kardiovaskuler justru banyak menyerang kelompok usia produktif atau generasi milenial.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Esti Nurjadin, dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2021 oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Senin (27/9/2021). Kasus yang banyak ditemui, salah satunya meninggal mendadak di usia muda.

"Penyakit jantung dan kardiovaskuler sering menyerang kelompok usia produktif. Beberapa kasus yang banyak kita dengar terjadi meninggal mendadak di usia produktif/usia generasi milenial," tuturnya.

Dijelaskan oleh Esti, salah satu penyebab banyaknya kasus penyakit jantung menyerang usia muda adalah gaya hidup yang tidak sehat. Kondisi ini diperparah dengan masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan semua aktivitas dilakukan di rumah, tanpa disadari seseorang jadi jarang bergerak.

"Tingginya prevalensi penyakit jantung di Indonesia disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini didorong oleh kemudahan-kemudahan yang ada seperti memesan makanan dan minuman dengan ojek online," kata jelasnya. Tak hanya itu, risiko penyakit jantung juga bisa disebabkan oleh stres yang meningkat, terutama di masa pandemi dan merokok serta polusi udara.

"Situasi pandemi juga menyebabkan kita harus PPKM di rumah sehingga stres meningkat dan akhirnya konsumsi rokok pun meningkat. Ketika polusi udara yang tinggi juga memberi kontribusi sebagai faktor risiko penyakit jantung dan kardiovaskuler," kata Esti.

Pencegahan
Bentuk pencegahan penyakit jantung yang dapat dilakukan, Esti menyebutnya dengan metode panca usaha jantung sehat atau 5 langkah mencegah penyakit jantung. "Lima langkah yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yang kami sebut sebagai panca usaha jantung sehat. Seimbangkan gizi, enyahkan rokok, hadapi dan atasi stres, awasi tekanan darah dan teratur berolahraga," paparnya.

Artis yang juga Duta Yayasan Jantung Indonesia, Mikha Tambayong, menekankan pentingnya komitmen dan kemauan menjalani gaya hidup yang sehat untuk mencegah penyakit jantung.

"Selain menerapkan gaya hidup yang sehat dalam keseharian menurut saya, sebenarnya yang paling penting adalah untuk memiliki niat dan komitmen sih sebenarnya," pungkasnya. Meski disibukkan dengan berbagai aktivitas, Mikha selalu menyempatkan diri berolahraga.

"Kalau tidak banyak kegiatan biasanya saya ikut kelas kebugaran atau sekarang saya lagi suka pilates sekarang jadi berusaha semaksimal mungkin," ujar Mikha. Menurutnya, pandemi atau PPKM bukanlah alasan bagi seseorang untuk malas bergerak dan mengurangi aktivitas fisik.

"Pandemi atau PPKM ini tidak menjadi hambatan untuk kita bisa tetap berolahraga dan menerapkan kehidupan sehat karena sudah banyak kita bisa mengandalkan teknologi dan media sosial," ungkapnya. (E-4)



Sumber Berita: Detik.com.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load