Atur Jarak Kehamilan Untuk Cegah Autisme

Selasa , 28 September 2021 | 09:21
Atur Jarak Kehamilan Untuk Cegah Autisme
Sumber Foto: Unsplash.
Ilustrasi.

JAKARTA - Peringati hari kontrasepsi sedunia, BKKBN tekankan pentingnya atur jarak kehamilan untuk cegah stunting dan autisme. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan angka stunting yang masih tinggi yaitu di angka 27,67% telah menunjukkan generasi Indonesia sepertiganya masih belum berkualitas dengan baik. 

"Perlu kami sampaikan disini bahwa stunting itu punya 3 konsekuensi, konsekuensi yang pertama adalah postur tubuhnya jadi tidak memenuhi syarat untuk bersaing, semua stunting pendek tetapi orang pendek belum tentu stunting. Kedua, orang stunting ini intelektualnya tidak bisa mencapai optimal sehingga untuk bersaing menjadikan orang yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang tinggi agak berat. Ketiga, orang yang stunting pada hari tuanya usia 45 tahun keatas mudah sakit-sakitan, sakitnya bisa gangguan metabolisme seperti kencing manis atau bisa juga gangguan kardiovaskuler seperti tekanan darah tinggi, stroke, kemudian serangan jantung. Itulah orang stunting, masa kecilnya tidak bisa bersaing masa tuanya tidak produktif karena tidak sehat," terang Hasto kepada RRI, Senin (27/9/2021).

Hasto mengingatkan mencegah stunting penting untuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan dapat berkompetensi.

"Jujur kalau saya ditanya apa nilai tukarnya Sumber Daya Alam (SDA), ketika SDA diambil sehingga akhirnya habis maka satu-satunya nilai tukar yang nilainya sama adalah kualitas SDM karena suatu wilayah tetap akan bisa hebat dan kaya meskipun SDA nya sudah habis kalau SDM nya unggul. Ini jelas kita lihat di beberapa negara tidak punya SDA tetapi SDM nya unggul tetap hebat dan sukses, yang punya SDA tapi SDM nya tidak unggul malah justru tidak hebat," tambah Hasto.

Hasto juga menjelaskan satu kunci yang perlu diketahui bersama bahwa jarak antara hamil yang satu dengan hamil yang berikutnya kemudian jarak antara melahirkan satu dengan melahirkan berikutnya sangat berkorelasi dengan stunting autisme. 

"Oleh karena itu sudah jelas bahwa kalau habis melahirkan tidak memakai kontrasepsi kemudian nanti hamil lagi jaraknya kurang dari 2 tahun maka peluang untuk terjadi stunting cukup besar, peluang untuk menjadi autisme sangat besar, peluang untuk anaknya menjadi _mental emotional disorder_ cukup besar. Inilah sebab kenapa kontrasepsi menjadi penting, jarak kelahiran menjadi penting dalam rangka untuk melahirkan generasi yang unggul bebas dari stunting," pungkas Hasto. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load